Guys, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir ngedorong banget Festival Cut Nyak Dien jadi agenda budaya tahunan Kabupaten Sumedang. Beliau bilang festival ini bukan sekadar perhelatan seni, tapi ruang strategis dalam merawat sejarah, memperkuat nilai kebangsaan, dan membangun karakter masyarakat lewat pendekatan budaya dan spiritualitas.
Hal itu disampein Bupati Dony Saat hadir di Festival Cut Nyak Dien 2025 bertajuk “Nada & Do’a, Spirit Cut Nyak Dien untuk Indonesia” yang digelar di Geo Theater Rancakalong, Sumedang, Sabtu (13/12/2025) malam.
“Festival ini sarat makna. Di dalamnya ada sejarah, nilai perjuangan, kemanusiaan, dan pesan kebangsaan. Karena itu, saya berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan Sumedang,” ujar Dony.
🦸♀️ Cut Nyak Dien: Simbol Keteladanan Perempuan Pantang Menyerah
Bupati Dony nilai sosok Cut Nyak Dien tuh simbol keteladanan perempuan Indonesia yang pantang menyerah, berani, dan punya keteguhan iman. Meskipun diasingkan ke Sumedang, perjuangan Cut Nyak Dien justru ninggalin warisan nilai moral dan spiritual yang relevan sampe sekarang.
“Diasingkan bukan berarti berhenti berjuang. Cut Nyak Dien justru meninggalkan jejak keteladanan di Sumedang, yang harus terus kita rawat dan wariskan kepada generasi penerus,” katanya.
🏟️ Geo Theater Rancakalong: Pusat Nghidupin Ekosistem Budaya
Dalam kepemimpinannya, Dony nempatin budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Beliau negasin kalau pembangunan fisik harus jalan seiring dengan pembangunan karakter dan identitas masyarakat.
Menurutnya, Geo Theater Rancakalong punya potensi besar sebagai pusat kegiatan seni budaya dan ruang publik kreatif yang mampu nghidupin ekosistem budaya Sumedang.
“Ketika ruang budaya dihidupkan, maka akan lahir kreativitas, tumbuh ekonomi kreatif, dan terbangun rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya,” ucap Dony.
Bupati Dony juga ngajak generasi muda buat jadiin nilai perjuangan Cut Nyak Dien sebagai inspirasi sehari-hari. “Jejak perjuangan para pahlawan harus terus dihidupkan. Bukan hanya dikenang, tetapi diamalkan dalam sikap, perilaku, dan pengabdian kepada bangsa,” tuturnya.













