hallosumedang – Komunitas ojek online di Jatinangor lagi punya hajatan besar, nih. Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldia, baru saja menghadiri perayaan hari ulang tahun ke-7 Jatinangor Ojek Online Club (JOOC) yang digelar di Sabusu Jatinangor, Sabtu (20/12/2025).
Kedatangan orang nomor dua di Sumedang ini bukan cuma buat seremonial aja, tapi juga sebagai bentuk apresiasi atas eksistensi Komunitas Ojol Jatinangor yang tetap solid sampai sekarang. Wabup Fajar secara khusus ngucapin selamat ulang tahun buat klub yang sudah tujuh tahun mewarnai aspal Jatinangor ini.
Dalam sambutannya, Wabup punya perumpamaan yang cukup menarik soal umur komunitas ini. “Usia tujuh tahun ini JOOC berada difase anak yang mau tumbuh. Terimakasih selama ini atas solidaritasnya yang kompak,” kata Fajar. Menurutnya, kekompakan yang terjaga selama tujuh tahun bukanlah hal yang gampang, apalagi di tengah dinamika pekerjaan di jalanan yang penuh tantangan.
Pesan Menyentuh: Kerja Boleh, Tapi Ingat Keluarga
Menjadi driver ojek online emang nggak mudah, dan Wabup Fajar sangat mengapresiasi kerja keras para pejuang aspal ini. Beliau menyebut kalau para pengemudi ojek online adalah pejuang yang sebenarnya karena harus berhadapan langsung dengan teriknya matahari dan macet setiap hari. Namun, beliau juga ngasih pengingat yang cukup deep soal prioritas hidup. Jangan sampai karena kejar setoran, keselamatan malah jadi nomor dua.
“Saya minta ketika lelah beristirahat, ketika hujan badai menepilah boleh kejar target. Tapi pikirkanlah anak dan istri yang menunggu di rumah,” kata Fajar. Pesan ini jadi pengingat penting banget buat semua anggota Komunitas Ojol Jatinangor supaya nggak memaksakan diri kalau kondisi cuaca atau fisik lagi nggak mendukung. Safety first itu wajib hukumnya karena ada orang-orang tersayang yang menanti di rumah.
Safety Riding adalah Kunci
Selain soal keluarga, Wabup juga sangat menekankan pentingnya menjaga etika saat berkendara. Jalan raya adalah ruang publik, jadi tertib berlalu lintas bukan cuma buat keselamatan diri sendiri, tapi juga orang lain. Beliau nggak mau ada kabar buruk yang menimpa para pejuang ekonomi ini cuma gara-gara kelalaian kecil di jalan.
Wabup berpesan, agar selalu hati-hati di jalan. Jangan sampai ada hal-hal yang terjadi yang tidak diinginkan. “Terus tertib menjaga keamanan, baik itu dijalan raya. Tertib berlalu lintas jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya. Harapannya, para anggota JOOC bisa jadi contoh yang baik buat pengendara lain di wilayah Jatinangor dan sekitarnya.
JOOC: Lebih dari Sekadar Komunitas Motor
Buat yang belum tahu, Jatinangor Ojek Online Club atau JOOC itu wadah resmi buat para pengemudi ojol di wilayah Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Di usia yang sudah masuk angka 7 ini, mereka membuktikan kalau komunitas ojol nggak cuma soal narik penumpang atau kirim makanan aja. Perayaan kali ini pun diisi dengan berbagai kegiatan positif yang keren banget, mulai dari pertunjukan kesenian lokal sampai aksi bakti sosial buat masyarakat sekitar.
Eksistensi Komunitas Ojol Jatinangor ini punya peran penting dalam memperkuat jalinan silaturahmi antar pengemudi. Dengan adanya JOOC, para driver punya tempat buat saling berbagi info, curhat masalah di lapangan, sampai tolong-menolong kalau ada kendala di jalan. Solidaritas tanpa batas inilah yang bikin mereka tetap bertahan dan makin kuat di tengah persaingan ekonomi digital yang makin ketat.
Kehadiran pemerintah dalam acara ini juga menunjukkan kalau aspirasi dan keberadaan pekerja sektor informal seperti ojol makin diperhatikan. Semoga di umur yang baru ini, JOOC makin sukses, tetap solid, dan selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban serta memajukan ekonomi lokal di Sumedang.













