hallosumedang – Di tengah gempuran teknologi masa kini, Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, memberikan warning sekaligus pesan penting soal penggunaan Artificial Intelligence (AI). Beliau menegaskan bahwa teknologi AI harus menjadi instrumen pemersatu umat dan penguat peradaban, bukan justru menjadi pemicu disinformasi alias hoax dan perpecahan sosial.
Pernyataan ini disampaikan Wabup Fajar setelah menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Tahun 2026 di Lapang Peragaan Manasik Haji, Senin (02/01/2026) kemarin.
Kemenag Jadi Filter Kemajuan Teknologi
Menurut Wabup, Kementerian Agama (Kemenag) memegang peran kunci dalam memastikan kemajuan teknologi berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai agama. Di era digital yang serba cepat, Kemenag Sumedang diharapkan tidak hanya pasif, tapi aktif mengawal narasi yang sehat di dunia maya.
Fajar juga mendorong peningkatan literasi digital di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumedang. Tujuannya jelas, agar seluruh jajaran ASN maupun masyarakat tidak mudah termakan konten manipulatif hasil kecerdasan buatan.
“Kementerian Agama harus menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap berpihak pada nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa,” ujarnya.
Momentum HAB ke-80: Adaptasi atau Tertinggal
Bagi Wabup Fajar, momen ulang tahun Kemenag yang ke-80 ini harus menjadi titik balik untuk lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Teknologi seperti AI memang tantangan besar, tapi jika dikelola dengan bijak, justru bisa membantu pelayanan publik menjadi lebih efisien dan inklusif.
Fajar mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Sumedang untuk menjadikan momentum Hari Amal Bakti ke-80 sebagai tonggak penguatan komitmen pengabdian adaptif terhadap perubahan zaman. Beliau ingin Kemenag Sumedang terus level up dalam hal kualitas layanan dan penjagaan kerukunan.
“Kemenag Sumedang harus terus berkomitmen untuk menjadi yang paling unggul dalam pelayanan, dan teguh menjaga kerukunan umat beragama demi Indonesia yang damai dan maju,” pungkas Fajar.
Manusia Tetap Pegang Kendali
Pesan dari Wabup Fajar ini adalah pengingat bahwa secanggih apa pun AI, kontrol tetap ada di tangan manusia. Kemenag Sumedang memiliki tugas besar untuk memastikan frekuensi kebaikan tetap terjaga di ruang digital. Dengan literasi digital yang kuat, teknologi AI akan menjadi tools yang keren untuk mempererat persaudaraan, bukan justru menciptakan sekat di masyarakat.













