News

DPRD Sumedang: Usulan Warga di Musrenbang Jangan Dibatasi

10
×

DPRD Sumedang: Usulan Warga di Musrenbang Jangan Dibatasi

Share this article

hallosumedang – DPRD Sumedang kembali menyoroti pentingnya Musrenbang Ganeas sebagai ruang strategis buat nyerap aspirasi warga. Dalam forum perencanaan pembangunan ini, warga diminta gak ngerasa terkunci sama daftar Program Indikatif Kewilayahan (PIK) doang. Pesannya jelas: semua kebutuhan riil di lapangan layak masuk meja usulan. Dengan begitu, Musrenbang Ganeas bisa jadi ruang dialog yang lebih jujur dan relevan sama kondisi warga.

Anggota DPRD Sumedang dari Dapil I, Asep Ronny Hidayat, S.A.P., mendorong peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan Ganeas buat lebih berani ngajuin kebutuhan wilayahnya. Menurutnya, forum ini harus terbuka dan fleksibel, bukan sekadar formalitas tahunan. Warga yang hadir perlu manfaatin momen ini buat nyampein masalah yang bener-bener mereka hadapi sehari-hari.

Pernyataan itu ia sampaikan saat jadi narasumber dalam kegiatan Musrenbang tingkat Kecamatan Ganeas di Aula Kecamatan Ganeas, Senin (9/2/2026). Acara ini dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan perwakilan masyarakat.

Kehadiran banyak pihak ini bikin forum jadi ruang kolaborasi lintas level buat ngeramu rencana pembangunan daerah yang lebih kena sasaran.

Asep Ronny menekankan, peserta Musrenbang Ganeas gak perlu ragu buat nyampein usulan meski di luar daftar PIK. Menurutnya, PIK cuma alat bantu awal, bukan batasan mutlak. Kalau di lapangan ada kebutuhan mendesak yang belum masuk daftar, forum Musrenbang justru tempat paling pas buat angkat isu itu.

“Musrenbang ini jangan hanya terfokus pada PIK dan sasaran yang sudah ditentukan. Silakan ajukan saja berbagai usulan yang memang menjadi kebutuhan warga di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, semua aspirasi warga punya nilai penting. DPRD punya peran buat ngedorong dan ngawal usulan itu saat masuk ke tahap pembahasan program dan anggaran. Dengan kata lain, tugas wakil rakyat bukan cuma nerima daftar usulan, tapi juga ngejagain supaya aspirasi warga gak mandek di dokumen perencanaan.

See also  DPRD Sumedang Gelar Paripurna, Dengarkan Pidato Presiden pada HUT ke-80 RI

“Semua aspirasi penting untuk disampaikan. Tugas kami di DPRD adalah membantu mendorong dan mengawal agar usulan tersebut bisa diperjuangkan dalam pembahasan program dan anggaran,” tambahnya.

Musrenbang Sebagai Ruang Dialog NyataBuat Asep Ronny, Musrenbang Ganeas idealnya jadi ruang dialog dua arah, bukan sekadar forum seremonial. Warga bisa nyampein masalah, sementara pemerintah daerah bisa ngasih gambaran soal arah kebijakan dan keterbatasan anggaran. Ketika dua arah ini ketemu, peluang lahirnya program yang tepat sasaran makin besar.

Dalam forum tersebut, selain Asep Ronny Hidayat, hadir juga Relah Rohayati dan Hendri Darmawan sebagai narasumber. Kehadiran beberapa perspektif bikin diskusi makin kaya. Peserta aktif nyampein masukan terkait kebutuhan infrastruktur, layanan publik, sampai isu sosial di wilayah masing-masing. Pola diskusi yang hidup ini bikin Musrenbang Ganeas terasa lebih relevan dengan realita di lapangan.

Forum berjalan interaktif dengan berbagai masukan dan usulan pembangunan dari peserta. Semua input itu bakal dirumuskan lagi di tahapan perencanaan selanjutnya. Di tahap inilah peran DPRD jadi penting, karena mereka ikut mengawal agar usulan warga tetap kebawa sampai ke pembahasan kebijakan dan penganggaran.

Asep Ronny menambahkan, kelengkapan dan ketepatan usulan dari masyarakat bakal jadi modal kuat bagi DPRD buat ngawal prioritas pembangunan Sumedang. Usulan yang jelas, spesifik, dan berbasis kebutuhan nyata bakal lebih mudah diperjuangkan saat masuk forum resmi pembahasan anggaran. Sebaliknya, usulan yang terlalu umum atau kurang data sering kali mentok di tengah jalan.

Karena itu, warga didorong buat nyiapin usulan dengan gambaran masalah yang jelas, dampak ke masyarakat, dan urgensinya. Cara ini bikin Musrenbang Ganeas bukan cuma tempat curhat, tapi juga wadah strategis buat nyusun arah pembangunan yang lebih adil dan merata.

See also  Mediasi Alot! DPRD Sumedang Fasilitasi Warga Cimarias vs PT Subur Setiadi Soal Eks HGU

Ke depan, harapannya Musrenbang Ganeas makin inklusif. Semua lapisan warga bisa ikut nimbrung tanpa takut usulannya dianggap “di luar jalur”. Ketika forum ini bener-bener kebuka, aspirasi warga punya peluang lebih besar buat naik level jadi program nyata. Di titik itu, Musrenbang Ganeas bukan sekadar agenda tahunan, tapi alat penting buat ngerangkum suara warga dan ngebawa mereka masuk ke proses kebijakan pembangunan.