News

DPRD Sumedang Tekankan Prioritas Jalan, Irigasi, Air Bersih

8
×

DPRD Sumedang Tekankan Prioritas Jalan, Irigasi, Air Bersih

Share this article

inisumedang – Musrenbang Darmaraja tahun ini jadi sorotan karena DPRD Sumedang dari Dapil IV mendorong fokus usulan ke kebutuhan yang paling kerasa dampaknya buat warga. Dengan kondisi anggaran daerah yang lagi ketat, dewan minta desa dan kecamatan gak menyebar usulan ke terlalu banyak sektor. Fokus utama diarahkan ke perbaikan jalan, irigasi pertanian, dan akses air bersih yang langsung nyentuh kebutuhan harian masyarakat.

Anggota DPRD Dapil IV Kabupaten Sumedang menyampaikan dorongan ini saat jadi narasumber dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Darmaraja, Senin (7/2/2026). Tiga wakil rakyat yang hadir adalah H. Sidik Jafar, S.E., Atang Setiawan, S.E., dan Sarip Hidayat. Kehadiran mereka menegaskan komitmen DPRD Sumedang buat ngawal aspirasi warga dari tahap perencanaan sampai pembahasan anggaran.

Forum Musrenbang Darmaraja diikuti unsur kecamatan dan desa. Mereka duduk bareng buat nyusun rencana pembangunan tahun 2027. Di forum ini, tiap desa bawa daftar kebutuhan yang beda-beda, mulai dari infrastruktur dasar sampai layanan publik. Tapi dewan mengingatkan, gak semua usulan bisa langsung masuk daftar prioritas karena kapasitas anggaran daerah lagi terbatas.

Sidik Jafar menekankan, Musrenbang Darmaraja adalah jalur utama supaya suara warga bisa masuk ke sistem perencanaan daerah. Forum ini bukan sekadar agenda rutin, tapi pintu masuk formal agar kebutuhan di lapangan tercatat dan punya peluang diperjuangkan di tingkat kabupaten.

“Lewat Musrenbang, kebutuhan warga bisa tercatat dan kami dorong dalam pembahasan anggaran. Karena itu usulan harus benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Menurut Sidik, kualitas usulan penting banget. Desa perlu nyampein masalah yang nyata, bukan sekadar keinginan. Misalnya, jalan rusak yang ganggu akses ekonomi, irigasi yang bikin hasil tani turun, atau krisis air bersih yang bikin warga kesulitan aktivitas harian. Usulan yang nyentuh tiga sektor ini dinilai punya dampak langsung ke kesejahteraan warga Darmaraja.

See also  Panen Raya Padi dengan Media Ember Terbanyak Pecahkan Rekor Muri

Atang Setiawan menjelaskan kondisi fiskal daerah lagi tertekan. Situasi ini bikin pemerintah daerah harus ekstra selektif dalam nentuin program. Menurutnya, logika prioritas harus dipakai biar anggaran yang ada bener-bener kena sasaran.

“Dengan anggaran terbatas, yang didahulukan adalah program yang paling penting dan paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Pernyataan ini ngasih gambaran realistis ke peserta Musrenbang Darmaraja. Desa diminta gak berharap semua usulan bisa langsung dieksekusi di satu tahun anggaran. Perlu ada skala prioritas yang jelas, mana yang urgent dan mana yang bisa nunggu. Dengan cara ini, rencana pembangunan jadi lebih terarah dan efisien.

Atang juga menilai, fokus ke jalan, irigasi, dan air bersih bukan tanpa alasan. Jalan bagus bikin mobilitas ekonomi lancar, irigasi kuat ningkatin produktivitas tani, dan air bersih jaga kualitas hidup warga. Tiga sektor ini punya efek domino ke sektor lain.

Sarip Hidayat menyoroti pentingnya data dan alasan yang kuat dari tiap usulan desa. Menurutnya, usulan yang disertai data lapangan dan dampak ke masyarakat punya peluang lebih besar buat masuk prioritas pembangunan.

Ia mendorong desa buat nyiapin proposal usulan yang jelas, spesifik, dan bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya, sebutkan panjang jalan rusak, jumlah sawah yang terdampak irigasi bermasalah, atau jumlah KK yang kesulitan akses air bersih. Detail kayak gini bikin pembahasan di tingkat kabupaten jadi lebih mudah dan terukur.

Forum Musrenbang Darmaraja berjalan cukup dinamis. Peserta aktif nyampein kondisi di wilayah masing-masing. Diskusi juga ngebahas cara ngeramu usulan biar selaras sama kebijakan daerah. Pola diskusi terbuka ini bikin Musrenbang Darmaraja gak cuma jadi acara formal, tapi ruang tukar pikiran yang relevan.

See also  Financial Aid for Political Parties in 2024 Distributed Twice

Setelah forum kecamatan kelar, hasil Musrenbang Darmaraja bakal dihimpun buat dibahas di tahapan perencanaan dan penganggaran daerah berikutnya. Di fase ini, DPRD Sumedang berperan ngawal agar usulan prioritas dari Darmaraja tetap kebawa sampai meja pembahasan program kabupaten.

Ke depan, fokus ke prioritas dasar di Musrenbang Darmaraja diharapkan bikin pembangunan lebih tepat sasaran. Dengan anggaran terbatas, pendekatan yang realistis dan berbasis kebutuhan lapangan jadi kunci. Di ujungnya, Musrenbang Darmaraja bukan cuma rutinitas tahunan, tapi alat strategis buat ngarahin pembangunan ke hal-hal yang paling dibutuhin warga: jalan yang layak, irigasi yang jalan, dan air bersih yang gampang diakses.