hallosumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar rapat koordinasi buat ngevaluasi setahun kepemimpinan daerah sekaligus ngecek arah pembangunan biar tetap sejalan sama visi Sumedang Simpati. Kegiatan ini berlangsung di Pusat Pemerintahan Sumedang, beberapa waktu lalu.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, bareng Wakil Bupati Fajar Aldila, Sekda Tuti Ruswati, serta jajaran kepala perangkat daerah. Forum ini jadi ruang buat ngecek progres kerja sekaligus nyamain langkah antar OPD.Dalam arahannya, Dony menegaskan kalau “Sumedang Simpati” bukan sekadar tagline doang.
Visi ini harus jadi fondasi kebijakan pembangunan yang hasilnya bisa dirasain langsung sama masyarakat. Fokusnya bukan cuma berapa banyak program yang jalan, tapi sejauh mana dampaknya nyentuh kehidupan warga.
“Rakor ini penting untuk mengukur sejauh mana visi Sumedang Simpati sudah kita jalankan. Pembangunan tidak cukup dilihat dari programnya, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” kata Dony.
Selama setahun terakhir, Pemkab Sumedang ngebut di perbaikan layanan publik. Salah satu dorongan terbesarnya ada di transformasi digital biar pelayanan makin cepat, transparan, dan gampang diakses. Targetnya jelas: warga gak ribet urus layanan, proses lebih singkat, dan informasi lebih kebuka.
Di sektor pembangunan manusia, Pemkab fokus ngegas pendidikan dan kesehatan lewat program prioritas daerah. Dua sektor ini jadi fondasi penting buat ngejar kualitas SDM. Ketika akses sekolah dan layanan kesehatan makin oke, peluang warga buat hidup lebih layak juga ikut naik.
Gak cuma itu, pemerintah daerah juga komit dukung program nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat. Program pemenuhan gizi ini diharapkan bisa bantu ningkatin kesehatan anak sekaligus nurunin angka stunting di daerah.
“Program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal karena melibatkan UMKM, petani, peternak, dan penyedia pangan daerah,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, Pemkab Sumedang terus dorong pertumbuhan UMKM, nguatin sektor pertanian, dan buka ruang investasi. Tiga hal ini disiapin buat nyiptain lapangan kerja baru sekaligus ngejaga ketahanan ekonomi warga. UMKM jadi mesin utama perputaran ekonomi lokal, sementara investasi diproyeksikan bikin peluang kerja makin luas.
Dony juga nekanin pentingnya kesiapan infrastruktur, kualitas tenaga kerja, dan pengembangan industri. Tiga komponen ini saling nyambung buat ningkatin daya saing daerah. Infrastruktur yang layak bikin arus barang dan jasa lebih lancar, SDM yang siap kerja bikin investasi betah, dan industri jadi penggerak ekonomi jangka panjang.
“Pengembangan ekonomi harus berjalan seiring dengan investasi dan peningkatan kualitas SDM. Dengan kolaborasi kuat, Sumedang bisa menjadi daerah yang maju dan mandiri,” tegasnya.
Menurut Dony, sederet penghargaan yang diraih pemerintah daerah selama ini bisa jadi sinyal kalau arah pembangunan sudah di jalur yang benar. Walau begitu, indikator keberhasilan utama tetap balik ke masyarakat: apakah program-program itu beneran ngebantu kehidupan sehari-hari atau belum.
Karena itu, ia ngingetin seluruh perangkat daerah biar setiap kebijakan dan program punya dampak yang bisa dilihat, disentuh, dan dirasain langsung. Prinsip kerja pemerintah daerah harus konkret, bukan sekadar administratif.
“Setiap pembangunan harus kadeuleu, karampa, dan karasa. Artinya hasilnya terlihat, manfaatnya teraba, dan dampaknya terasa bagi kesejahteraan warga,” pungkasnya.
Pemkab Sumedang berharap evaluasi setahun kepemimpinan ini bisa jadi momen buat nguatin sinergi antarperangkat daerah. Dukungan masyarakat juga diharapkan makin solid biar percepatan pembangunan ke depan bisa jalan lebih kencang. Dengan begitu, Sumedang Simpati bukan cuma slogan, tapi beneran jadi realitas yang kerasa di kehidupan warga sehari-hari.













