hallosumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang baru saja menetapkan target baru untuk penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) tahun 2026. Nggak main-main, angkanya menyentuh Rp92,93 miliar. Target ini naik sekitar Rp3,4 miliar kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp89,5 miliar. Meski targetnya level up, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumedang tetap menunjukkan sikap optimis.
Kepala Bapenda Kabupaten Sumedang, Rohana S.Sos., M.Si., menegaskan kalau kenaikan ini masih sangat realistis. Kuncinya ada pada kerja keras kolektif dan komitmen seluruh tim untuk mencapai goals yang sudah ditetapkan. Pada Senin (12/1/2026), Rohana memberikan pernyataan yang memotivasi jajarannya:
“Kami tetap optimis. Dengan niat yang kuat dan kerja keras seluruh jajaran, target PBB-P2 tahun 2026 Insya Allah bisa tercapai,” ujar Rohana.
PBB-P2 Jadi Kontributor Utama Buat Pembangunan Daerah
Kenapa sih target ini penting banget? Ternyata, PBB-P2 Sumedang 2026 punya peran krusial dalam struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pajak ini adalah salah satu sumber dana utama yang bakal membiayai berbagai program pembangunan di wilayah Sumedang. Sifatnya yang rutin dan mencakup seluruh wilayah mulai dari pusat kota sampai pelosok desa bikin sektor ini jadi andalan buat menjaga stabilitas fiskal daerah.
Sebagai pengelola PAD, Bapenda komitmen banget buat memaksimalkan semua potensi pendapatan yang sudah masuk dalam APBD 2026. Tujuannya simpel tapi penting: biar semua rencana pembangunan jalan terus tanpa hambatan biaya. Dengan pajak yang terkumpul maksimal, layanan publik pun bisa makin oke.
Strategi Internal: Briefing dan Rencana Aksi Nyata
Bukan cuma sekadar pasang target tinggi, Rohana juga sudah menyiapkan strategi biar timnya bisa gerak cepat (sat set). Beliau langsung menginstruksikan setiap bidang di Bapenda buat menyusun rencana aksi yang terukur. Setiap unit kerja wajib memaparkan langkah konkret mereka dalam mengejar angka tersebut.
Langkah ini diambil supaya manajemen internal makin solid dan punya indikator kinerja yang jelas. Rohana menjelaskan proses internalnya:
“Pagi tadi saya juga sudah melaksanakan briefing dengan seluruh kepala bidang. Saya minta masing-masing bidang memaparkan rencana aksi yang akan dilakukan untuk mengejar target PAD tahun ini,” jelasnya.
Cetak 802.671 SPPT: Siap Distribusi ke Warga
Untuk mendukung target besar tersebut, Bapenda Sumedang sudah masuk ke tahap persiapan teknis. Salah satunya adalah pencetakan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2. Berdasarkan data Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) tahun 2026, jumlah SPPT yang bakal dicetak mencapai 802.671 lembar.
Angka ini menunjukkan kalau basis objek pajak di Sumedang memang besar banget. Sekarang, tim tinggal menunggu penetapan data resmi sebelum memulai pencetakan massal. Rohana berharap distribusi SPPT ini bisa dilakukan tepat waktu supaya warga bisa lebih patuh bayar pajak.
“Data sebenarnya sudah siap, tinggal menunggu penetapan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pencetakan massal bisa segera dimulai. Sesuai Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) tahun 2026, jumlah SPPT PBB-P2 yang akan dicetak sebanyak 802.671 lembar,” tandasnya.
Kontribusi Warga Buat Sumedang yang Lebih Maju
Dengan target PBB-P2 Sumedang 2026 sebesar Rp92,93 miliar, pemerintah berharap partisipasi masyarakat bisa makin meningkat. Pajak yang kita bayar itu bukan cuma sekadar kewajiban, tapi investasi buat pelayanan publik dan pembangunan di lingkungan kita sendiri. Kalau semua warga taat pajak, Sumedang pasti bisa makin keren dan maju!













