Ekonomi

DPRD Gaspol Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Sumedang di RKPD 2027

5
×

DPRD Gaspol Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Sumedang di RKPD 2027

Share this article

hallosumedang – Perencanaan pembangunan di Sumedang lagi panas-panasnya. Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027, DPRD langsung tancap gas dorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Fokusnya jelas: bikin ekonomi daerah makin hidup dan berdampak ke masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Sumedang, H. Sidik Jafar, tampil tegas dalam forum yang digelar di Aula Tampoman, pusat pemerintahan Sumedang, Selasa (7/3/2026). Acara ini nggak main-main, karena dihadiri banyak pihak penting, mulai dari kepala daerah, unsur provinsi, Forkopimda, akademisi, pelaku usaha, sampai tokoh masyarakat.

Forum ini jadi momen penting buat nentuin arah pembangunan Sumedang ke depan. Jadi bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar jadi ruang diskusi buat ngebentuk strategi yang realistis dan bisa dijalankan.

Dalam penyampaiannya, Ketua DPRD ngasih apresiasi atas capaian pembangunan tahun 2025. Data makro menunjukkan tren positif, yang artinya kondisi ekonomi dan pembangunan di Sumedang lagi on track. Tapi, menurutnya, ini bukan alasan buat santai.

“Capaian ini harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Tahun 2026 kita harapkan tren positif ini tidak hanya bertahan, tetapi semakin meningkat, khususnya dalam kesejahteraan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja,” ujar H. Sidik Jafar.

Dari sini kelihatan kalau DPRD nggak cuma puas dengan hasil yang ada. Mereka pengen ada peningkatan nyata, terutama di sektor yang langsung berdampak ke masyarakat, seperti lapangan kerja dan kesejahteraan.

Masuk ke rencana 2027, DPRD juga menyatakan dukungan penuh terhadap tema pembangunan yang diangkat, yaitu akselerasi pertumbuhan produktivitas sektor ekonomi. Tema ini dianggap pas banget buat nge-push perkembangan daerah supaya lebih cepat dan kompetitif.

Menurut Sidik, Sumedang nggak boleh cuma jadi penonton dalam arus pembangunan. Harus jadi pemain utama yang aktif ambil peluang, terutama dari investasi dan program nasional.

See also  🎤 DPRD Sumedang Bahas APBD 2026: Gas Terus Demi Pembangunan Daerah!

“Sumedang harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan, bukan sekadar penonton. Setiap peluang investasi dan program nasional harus dimanfaatkan untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan ini cukup relate dengan kondisi sekarang, di mana banyak daerah berlomba-lomba menarik investor. Kalau nggak siap, ya bisa ketinggalan. Makanya, DPRD dorong supaya semua peluang dimaksimalkan.

Nggak cuma itu, DPRD juga nyorotin dua fokus penting yang perlu perhatian serius. Pertama, penataan kawasan Jatinangor. Area ini dikenal sebagai pusat pendidikan, tapi potensinya lebih dari itu. Kalau ditata dengan baik, bisa jadi pusat pertumbuhan ekonomi yang terintegrasi.

Kedua, pengembangan kawasan industri baru di wilayah Buahdua, Ujungjaya, sampai Tomo. Ini jadi langkah strategis buat membuka pusat ekonomi baru di luar kawasan yang sudah padat.

“kami mendorong agar potensi kawasan industri baru ini segera ditata secara matang, sehingga benar-benar mampu menjadi motor penggerak ekonomi dan menyerap tenaga kerja lokal,” tambahnya.

Kalimat ini jadi kunci, karena tujuan akhirnya jelas: membuka lapangan kerja. Jadi bukan cuma pembangunan fisik, tapi juga dampak sosial yang nyata buat warga lokal.

Di akhir arahannya, Ketua DPRD kembali mengingatkan pentingnya kolaborasi. Pembangunan nggak bisa jalan sendiri-sendiri. Semua pihak harus terlibat dan merasa punya tanggung jawab.

“Melalui Musrenbang ini, semua pihak harus merasa memiliki setiap program yang disepakati. Dengan kebersamaan, kita bisa mendorong Sumedang tumbuh lebih cepat dan merata,” pungkasnya.

Kalau dilihat secara keseluruhan, langkah DPRD Sumedang ini cukup jelas arahnya. Mereka ingin mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumedang dengan strategi yang fokus, terarah, dan melibatkan banyak pihak.

Dengan dorongan ini, harapannya pertumbuhan ekonomi Sumedang nggak cuma naik di angka, tapi juga terasa langsung di kehidupan masyarakat. Mulai dari peluang kerja, peningkatan pendapatan, sampai pemerataan pembangunan.

See also  BRI Otista Jakarta Gandeng Iron Fist Hadirkan Promo Kuliner 20%

Ke depan, tantangannya tinggal di eksekusi. Karena rencana bagus tanpa realisasi ya percuma. Tapi kalau semua pihak benar-benar jalan bareng, bukan nggak mungkin Sumedang bisa jadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang paling progresif di Jawa Barat.

Dan yang paling penting, akselerasi pertumbuhan ekonomi Sumedang ini diharapkan bukan cuma cepat, tapi juga merata dan berkelanjutan.