hallosumedang – Kawasan pendidikan Jatinangor dipastikan bakal naik kelas! Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat yang baru terpilih, Jatinangor masuk dalam list prioritas pembangunan tahun 2025. Kabar ini disambut baik oleh anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Partai Gerindra, Warson, yang berharap perubahan nyata segera terasa di lapangan.
Warson menegaskan kalau Jatinangor bukan sekadar kecamatan biasa, melainkan aset strategis Jawa Barat karena menjadi rumah bagi berbagai perguruan tinggi top tier di Indonesia.
“Yang pertama adalah bagaimana kawasan perkotaan ini bisa dibangun dengan seksama. Artinya, seluruh perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat terkonsentrasi di Jatinangor,” kata Warson saat menghadiri acara di Halaman Kecamatan Jatinangor, Kamis (30/1/2025).
Penataan Kawasan: Bye-bye Kabel Semrawut!
Salah satu isu receh tapi ganggu banget yang disoroti Warson adalah estetika kota. Beliau pengen Jatinangor lebih rapi, terutama soal kabel-kabel jaringan Telkom yang masih berantakan di sepanjang jalan.
“Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik sehingga ke depan Jatinangor lebih tertata, baik lingkungannya maupun infrastrukturnya,” tambahnya. Penataan lingkungan ini jadi kunci biar vibe kota pendidikan ini makin nyaman buat mahasiswa dan warga lokal.
Mini MPP Jatinangor: Kuota KTP Harus Ditambah
Nggak cuma soal infrastruktur fisik, Warson juga concern banget soal pelayanan publik. Keberadaan Mini Mall Pelayanan Publik (MPP) di Jatinangor emang sudah membantu, tapi kapasitasnya dinilai masih kurang buat melayani ribuan warga.
Warson minta ada evaluasi kuota, terutama buat layanan pembuatan KTP yang selama ini terbatas banget.
“Kami mohon kuotanya ditingkatkan, misalnya pembuatan KTP yang tadinya hanya 20 per hari bisa lebih banyak. Ini karena yang dilayani bukan hanya Jatinangor, tapi juga Cimanggung, Tanjungsari, dan Sukasari,” ujarnya.
Jatinangor Menuju Kota yang Nyaman dan Teratur
Harapan besar kini tertuju pada sinergi antara Pemkab Sumedang dan Pemprov Jabar. Dengan status sebagai kawasan perkotaan yang strategis, Jatinangor sudah selayaknya memiliki fasilitas publik yang memadai, tertib, dan bebas dari kesan semrawut.
“Jatinangor harus menjadi kota yang nyaman, teratur, dan memiliki pelayanan publik yang memadai,” tutup Warson.













