News

Bye-bye Bau! TPSA Cibeureum Sumedang Kini Pakai Metode Controlled Landfill yang Lebih Eco-Friendly

30
×

Bye-bye Bau! TPSA Cibeureum Sumedang Kini Pakai Metode Controlled Landfill yang Lebih Eco-Friendly

Share this article
TPSA Cibeureum Sumedang

hallosumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang serius banget menangani urusan sampah. Lewat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), TPSA Cibeureum Kulon kini mulai bertransformasi dari sistem tumpukan terbuka (Open Dumping) menjadi sistem Controlled Landfill. Langkah ini diambil biar pengelolaan sampah di Sumedang makin profesional dan nggak ganggu lingkungan sekitar.

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, turun langsung mengecek proses pengolahan sampah ini pada Rabu (7/1/2026). Beliau memastikan bahwa transisi teknologi ini bakal bikin TPSA jadi lebih bersih dan minim polusi udara.

“Kami telah berusaha dari open dumping terbuka, sekarang mulai controlled landfill sampahnya ditutup oleh tanah. Jadi ada geomembrannya,” kata Bupati Dony.

Apa Itu Controlled Landfill?

Buat kalian yang belum tahu, metode ini jauh lebih keren dibanding sekadar numpukin sampah begitu saja. Di sistem controlled landfill, sampah yang masuk bakal diratakan terlebih dahulu, lalu dipadatkan, dan ditutup dengan lapisan tanah secara berkala.

Bupati Dony menjelaskan manfaat instan dari metode ini:

  • No More Smell: Lapisan tanah berfungsi sebagai filter alami biar bau sampah nggak terbang ke pemukiman.
  • Geomembrane: Penggunaan lapisan khusus (geomembrane) di dasar lahan buat mencegah cairan sampah (lindi) mencemari air tanah.
  • Proses Berkelanjutan: Saat ini sistem tersebut sedang berjalan dan terus dioptimalkan oleh tim di lapangan.

“Sampahnya diratakan kemudian ditutup dengan tanah. Jadi tidak lagi bau keluar. Ini sedang berjalan berproses. Kita fokus penanganan sampah di Sumedang ini,” tegas Dony.

Challenge: Kurangi Sampah dari Kamar Sendiri!

Meski TPSA sudah makin canggih, Bupati Dony mengingatkan kalau solusi utama tetap ada di tangan kita semua. Beliau menyoroti banyaknya sampah plastik yang masuk ke TPSA, padahal plastik punya nilai ekonomi kalau dikelola dengan benar.

See also  Sumedang Sabet Penghargaan di WIJS 2025: Proyek Padi Organik Jadi Sorotan Investasi

Beliau mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah. Pemkab Sumedang sendiri sudah memulai gerakan ini di kantor-kantor pemerintahan.

“Lihat banyak sampah plastik. Padahal ini bisa jadi uang, jadi berkah. Pemilahan dari organik dan anorganik jadi konsep kita bersama pemda dengan masyarakat. Mudah-mudahan semakin berkurang sampah masuk ke TPSA Cibeureum ini,” ujarnya.

Sinergi Menuju Sumedang Bersih

Transformasi di TPSA Cibeureum menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Sumedang dalam isu lingkungan. Dengan teknologi controlled landfill, pengelolaan sampah jadi lebih terkendali. Namun, partisipasi warga dalam memilah sampah tetap jadi kunci utama biar TPSA nggak cepat penuh dan lingkungan kita tetap asri.