hallosumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi memberikan lampu hijau dan dukungan penuh bagi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran (Unpad). Tahun ini, ribuan mahasiswa Unpad bakal terjun langsung ke lapangan dengan misi besar: fokus pada penanganan kemiskinan dan pengelolaan sampah berbasis teknologi serta pemberdayaan masyarakat.
Total sebanyak 3.382 mahasiswa yang didampingi 200 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bakal disebar di dua wilayah, yaitu Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang. Khusus di Sumedang, para mahasiswa ini akan menempati 46 desa yang tersebar di 16 kecamatan selama satu bulan penuh, mulai dari 10 Januari hingga 11 Februari 2026.
Sinergi Pentahelix: Mahasiswa Jadi Agent of Solution
Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, menyambut hangat kedatangan para mahasiswa ini. Beliau menilai rencana KKNM Unpad kali ini sangat matang dan sudah sinkron dengan arah pembangunan daerah yang mengedepankan kolaborasi pentahelix (pemerintah, akademisi, komunitas, bisnis, dan media).
“Unpad telah merencanakan KKN ini dengan sangat baik. Saya yakin KKNM ini akan bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Kehadiran mahasiswa Unpad diharapkan menjadi wahana solutif dan aplikatif untuk membantu menyelesaikan persoalan kemiskinan dan persampahan,” ujar Bupati Dony saat acara pelepasan di Unpad, Jumat (9/1/2026).
Kunci Sukses: Keputusan Berbasis Data
Satu hal yang ditegaskan Bupati adalah pentingnya validitas data. Pemkab Sumedang sudah menyiapkan data-data krusial agar program kerja mahasiswa nggak salah sasaran. Dengan data yang akurat, mahasiswa bisa merancang program ekonomi kreatif atau sistem kelola sampah yang beneran dibutuhin warga desa.
“Kuncinya adalah data. Kami akan menyiapkan data yang dibutuhkan, karena data yang baik akan menghasilkan keputusan yang baik,” tambahnya.
Menuju Ekonomi Hijau dan Kemandirian Desa
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, juga menegaskan kalau kolaborasi daerah dan kampus adalah kunci buat naikin pendapatan masyarakat miskin. Sejalan dengan itu, Rektor Unpad, Prof. dr. Arief, menjelaskan bahwa tema besar KKNM tahun ini adalah penanganan kemiskinan dan pengelolaan sampah menuju ekonomi hijau.
Pendekatan yang dipakai adalah pembelajaran kolaboratif. Artinya, mahasiswa nggak cuma kasih teori, tapi bareng-bareng warga nyari solusi buat masalah nyata di desa.
Energi Baru buat Sumedang
Kehadiran 3.000 lebih mahasiswa Unpad di Sumedang dan Indramayu diharapkan bisa jadi booster percepatan pembangunan. Pemkab Sumedang optimis, kolaborasi kuat antara intelektual muda dan pemerintah ini bakal ningkatin kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan dan bikin lingkungan makin bersih.













