News

Mahasiswa KKN UNSAP Gaspol ke 68 Desa Sumedang: Fokus Isu Sampah & Digitalisasi

10
×

Mahasiswa KKN UNSAP Gaspol ke 68 Desa Sumedang: Fokus Isu Sampah & Digitalisasi

Share this article
KKN UNSAP

hallosumedang – Dunia kampus resmi “pindah” ke desa! Sebanyak 1.372 mahasiswa Universitas Sebelas April (UNSAP) secara resmi diterjunkan buat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 68 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Sumedang. Kecamatan yang bakal jadi basecamp para mahasiswa ini antara lain Ganeas, Pamulihan, Cimalaka, Buahdua, Tanjungkerta, dan Surian.

Program pengabdian ini nggak lama, cuma sebulan aja, mulai dari 13 Januari sampai 14 Februari 2026. Tapi, meski singkat, misi yang dibawa para mahasiswa ini tergolong berat dan menantang karena berkaitan langsung dengan masalah riil di masyarakat.

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, yang hadir langsung di acara pelepasan, menyebut kalau KKN ini adalah wujud nyata pengabdian dan tempat belajar paling oke buat mahasiswa. Fajar menilai KKN Tematik UNSAP kali ini match banget sama arah kebijakan pembangunan Kabupaten Sumedang yang lagi fokus ke transformasi digital di tingkat desa.

Misi Zero Waste: Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

Salah satu highlight yang ditekankan Wabup Fajar adalah soal sampah. Jujur aja, masalah sampah masih jadi tantangan serius di banyak wilayah. Makanya, pendekatan zero waste butuh bantuan dari semua orang, termasuk mahasiswa yang punya energi besar buat jadi agen perubahan.

“Kami berharap mahasiswa KKN dapat menjadi penggerak perubahan, memberi edukasi, pendampingan, sekaligus contoh nyata dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan bernilai ekonomi,” tambahnya.

Nggak cuma soal lingkungan, mahasiswa juga ditantang buat memperkuat konsep smart village. Targetnya keren-keren: mulai dari digitalisasi bank sampah, pakai media sosial buat kampanye lingkungan, bantu UMKM naik kelas lewat pemasaran digital, sampai edukasi literasi keuangan biar warga makin paham soal duit.

See also  Jalin Sinergi, HKTI Sumedang Temui Bupati Bahas Masa Depan Pertanian

Jaga Etika dan Nama Baik Almamater

Fajar juga memberikan pesan penting soal attitude. Karena bakal tinggal di lingkungan baru, mahasiswa wajib banget jaga etika dan menghargai adat istiadat warga setempat. Koordinasi sama pemerintah desa dan aparat juga nggak boleh putus biar program kerja berjalan lancar.

“Laksanakan KKN dengan penuh pengabdian dan tanggung jawab. Jaga nama baik almamater dan jadilah duta perubahan di tengah masyarakat,” pesannya.

Wabup Fajar juga nggak lupa kasih apresiasi buat para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang sudah dedikasi dampingi mahasiswa. Beliau optimis kalau kegiatan ini bakal kasih win-win solution buat semua pihak.

“Saya berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman dan kompetensi mahasiswa UNSAP,” ungkap Fajar.

Rektor: KKN Bukan Sekadar Formalitas Kampus

Senada dengan Wabup, Rektor UNSAP Prof. Dr. H. Arifin, S.H., M.Pd, juga memberikan semangat buat para mahasiswanya. Beliau menegaskan kalau KKN itu bukan cuma buat gugurin kewajiban akademik atau cari nilai doang, tapi proses belajar sosial yang bener-bener nyata.

“KKN bukan untuk menggugurkan kewajiban akademik semata, tetapi merupakan proses pembelajaran sosial yang nyata. Di sanalah mahasiswa belajar memahami kehidupan masyarakat, membangun empati, dan mengasah kemampuan beradaptasi,” ujar Rektor.

Lewat KKN ini, mahasiswa disiapkan buat jadi lulusan yang nggak cuma pinter teori, tapi juga siap menghadapi realita masyarakat luas. Ini adalah momen buat mereka belajar memimpin dan melayani.

“Mahasiswa KKN adalah calon lulusan yang kelak akan terjun langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, manfaatkan momentum ini untuk belajar memimpin, melayani, dan memberi kontribusi nyata,” katanya.

Arifin juga mengingatkan kalau di pundak tiap mahasiswa ada nama baik kampus. Jadi, mereka diharapkan bisa membawa perubahan positif sekecil apa pun di desa tempat mereka bertugas.

See also  Apresiasi Loyalitas! 27 ASN Kemenag Sumedang Terima Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI

“Jaga sikap, etika, dan integritas. Tunjukkan bahwa kalian merupakan akademisi muda yang berilmu, berkarakter, dan mampu menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat,” pungkasnya.