News

Kemanusiaan Tanpa Batas! PMI Sumedang Gelar Muker 2026, Fokus Profesional & Gercep

5
×

Kemanusiaan Tanpa Batas! PMI Sumedang Gelar Muker 2026, Fokus Profesional & Gercep

Share this article
PMI Kabupaten Sumedang

hallosumedang – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang baru saja mengadakan agenda penting, yaitu Musyawarah Kerja (Muker) Tahun 2026. Acara yang menjadi kompas organisasi setahun ke depan ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, di Gedung Negara Sumedang pada Kamis (15/01/2026).

Wabup Fajar memberikan apresiasi tinggi buat PMI Sumedang yang selama ini selalu konsisten dan “pasang badan” di berbagai kegiatan kemanusiaan. Mulai dari urusan stok darah, gercep (gerak cepat) saat penanggulangan bencana, sampai urusan kesehatan warga, PMI selalu ada di garda depan.

“PMI memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian sosial. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung PMI sebagai mitra penting dalam pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Sumedang,” tegasnya.

Muker 2026: Saatnya Evaluasi dan Gaspol Program Baru

Bagi Wabup Fajar, Muker ini bukan cuma acara kumpul-kumpul biasa, tapi momentum buat evaluasi program biar makin responsif dan efektif ke depannya. Beliau yakin kalau hasil dari musyawarah ini bakal membawa manfaat nyata buat seluruh warga Sumedang.

“Saya yakin Musyawarah Kerja PMI Tahun 2026 ini akan menghasilkan keputusan yang konstruktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumedang,” tutur Fajar.

Capaian Gila! Stok Darah dan Donasi Naik Drastis

Ketua PMI Kabupaten Sumedang, drg. H. Agus S. Rasjidi, M.Kes., memaparkan data yang cukup bikin bangga. Visi PMI ke depan adalah jadi organisasi yang profesional dan makin dekat sama masyarakat. Hal ini terbukti dari tren positif kinerja mereka selama setahun terakhir.

Produksi darah di Sumedang naik signifikan, dari 11.167 kantong di tahun 2024 jadi 12.288 kantong di tahun 2025. Ini jadi bukti kalau kepercayaan warga buat donor darah makin tinggi. Nggak cuma itu, dana yang terkumpul lewat Gerakan Solidaritas Kemanusiaan juga naik 22 persen, mencapai Rp910 juta!

See also  🗺️ Pemkot Yogyakarta Nyangkul Ilmu ke Sumedang: Wabup Fajar Share Rahasia Big Data & Geoportal

“Alhamdulillah, capaian kinerja PMI Kabupaten Sumedang menunjukkan tren positif. Produksi darah meningkat dari 11.167 kantong pada tahun 2024 menjadi 12.288 kantong di tahun 2025, ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap PMI,” ujarnya.

Agus menambahkan kalau uang tersebut bakal langsung dialokasikan buat urusan sosial dan bantuan buat korban bencana. “Dana ini tentunya disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial, kebencanaan, serta bantuan kemanusiaan, termasuk bagi para korban bencana dan masyarakat terdampak,” tutur Agus.

Terobosan 2026: Dari Unit Usaha Sampai Rutilahu

Biar makin mandiri secara finansial, PMI Sumedang juga mulai ngembangin unit usaha sendiri. Kolaborasi bareng pemerintah, sektor swasta, dan mitra lainnya terus diperkuat biar organisasi ini nggak “jalan di tempat”.

Salah satu program yang paling ditunggu di tahun 2026 adalah renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Program ini bakal jadi pilot project khusus buat warga yang rumahnya rusak gara-gara bencana.

“PMI tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi, gotong royong, dan dukungan semua pihak menjadi kunci agar pelayanan kemanusiaan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

Dengan semangat baru di tahun 2026, PMI Sumedang siap membuktikan kalau aksi kemanusiaan bisa dikelola secara profesional, modern, dan bener-bener berdampak buat yang membutuhkan.