hallosumedang – Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, baru saja memberikan pesan penting buat para mahasiswa agar nggak asal-asalan dalam mengambil keputusan. Menurutnya, memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila adalah kunci buat menentukan pilihan yang bijak, bermoral, dan etis. Hal ini makin krusial saat kita dihadapkan pada tantangan nyata di lapangan, seperti godaan praktik korupsi.
Pesan inspiratif ini disampaikan Wabup Fajar saat mengisi Kuliah Umum bertema “Pengambilan Keputusan Etis Berbasis Pancasila dalam Situasi Nyata Korupsi”. Acara yang digelar di Universitas Winaya Mukti (Unwim) pada Kamis (15/1/2026) ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Kehutanan.
Dalam paparannya, Wabup Fajar menekankan kalau setiap tindakan pasti ada konsekuensinya. Beliau mengajak mahasiswa buat nggak cuma mikirin keuntungan sesaat, tapi juga mempertimbangkan dampak moral dan sosial dari setiap langkah yang diambil.
“Pahami nilai-nilai Pancasila untuk membuat keputusan yang bermoral dan etis. Setiap tindakan memiliki konsekuensi, dan di situlah pentingnya kebijaksanaan dalam menentukan pilihan,” katanya.
Bekal Teori di Era Gempuran Informasi
Nggak cuma bicara soal nilai, Wabup Fajar juga membekali mahasiswa dengan landasan teori pengambilan keputusan yang etis. Beliau sadar betul kalau di era kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi seperti sekarang, nilai-nilai etika sering kali terpinggirkan.
Oleh karena itu, pemahaman soal teori etika dan keberanian moral jadi “senjata” wajib buat mahasiswa agar bisa bertindak secara bertanggung jawab. Pendidikan Pancasila dan antikorupsi bukan cuma soal biar lulus dengan IPK tinggi, tapi soal membentuk warga negara yang berani pasang badan buat menjaga integritasnya.
“Ketika aturan bisa saja dilanggar, nilai seharusnya tetap dijaga. Integritas adalah fondasi utama dalam membangun keadilan sosial,” katanya.
Mahasiswa Adalah Penentu Keadilan Masa Depan
Menutup kuliah umumnya, Wabup Fajar memberikan vibes positif agar mahasiswa nggak pernah takut buat menjaga integritas. Sebagai calon pemimpin dan pengambil kebijakan di masa depan, mahasiswa punya peran besar dalam menentukan arah keadilan sosial bangsa ini.
Beliau ingin para mahasiswa punya mentalitas yang kuat dalam menolak segala bentuk penyimpangan. Menjadi cerdas itu penting, tapi menjadi jujur dan punya prinsip itu jauh lebih hebat di mata masyarakat.
“Pancasila membimbing kalian untuk mengambil keputusan yang bijak. Jangan takut menjaga integritas, karena kalian adalah penentu masa depan,” katanya.
Dengan berakhirnya kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa Unwim makin termotivasi buat jadi agen perubahan yang nggak cuma vokal, tapi juga punya standar etika yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari maupun saat nanti sudah terjun ke dunia kerja.













