News

Belajar Asik di Tahura dan Museum Sumedang

5
×

Belajar Asik di Tahura dan Museum Sumedang

Share this article
Belajar Kontekstual

hallosumedang – Siapa bilang belajar itu harus selalu duduk manis di dalam kelas sambil menatap papan tulis? Di Sumedang, gaya belajar kayak gitu mulai digeser jadi lebih seru. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, baru aja ngasih lampu hijau buat seluruh sekolah biar memanfaatkan Taman Hutan Raya (Tahura) dan Museum Prabu Geusan Ulun sebagai ruang belajar kontekstual.

Lewat Surat Edaran Bupati Nomor 6 Tahun 2026, Pak Bupati pengen para pelajar nggak cuma jago teori, tapi juga paham kondisi lapangan. Jadi, alam dan sejarah Sumedang itu ibarat “laboratorium raksasa” yang siap dieksplorasi kapan aja.

Bukan Sekadar Jalan-Jalan atau Study Tour

Satu hal yang perlu digarisbawahi: ini bukan agenda healing atau study tour biasa yang kadang bikin kantong orang tua jebol. Pak Bupati menegaskan kalau kunjungan ke Tahura Gunung Palasari-Gunung Kunci dan Museum ini adalah bagian dari kurikulum yang terencana dan sederhana.

“Ini adalah proses pendidikan. Jadi harus terukur dan terintegrasi sama pelajaran di sekolah, bukan cuma sekadar rekreasi,” tegas Bupati Dony. Intinya, kegiatannya harus bermakna tapi nggak memberatkan.

Kenalan Sama Alam dan Jati Diri

Kenapa sih harus ke Tahura dan Museum?

  • Di Tahura: Pelajar bisa belajar langsung soal konservasi lingkungan, cara kelola sampah yang bener, sampai kenalan sama aneka ragam hayati. Pas banget buat praktek Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
  • Di Museum: Ini saatnya anak muda Sumedang “ngobrol” sama sejarah. Museum Prabu Geusan Ulun jadi tempat paling oke buat dalemin nilai-nilai perjuangan leluhur biar kita nggak kehilangan jati diri.

Membentuk Karakter “Cageur sampai Singer”

Menurut Bupati Dony, pembelajaran luar kelas ini penting banget biar siswa punya pengalaman belajar yang lebih deep. Dengan kenal alam dan budayanya sendiri, diharapkan lahir generasi yang punya karakter Sunda yang kuat, yaitu: Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (pintar), dan Singer (mawas diri/terampil).

See also  Wagub Jabar Dorong APBD Perubahan 2025 untuk Infrastruktur dan Pendidikan

Kebijakan ini juga jadi cara Sumedang buat dukung program pendidikan Jawa Barat menuju “Gapura Panca Waluya”. Jadi, buat kamu yang sekolah di Sumedang, siap-siap ya buat lebih sering “kuliah lapangan” sambil menghirup udara segar di gunung atau dengerin cerita keren di museum!

Kira-kira kalau sekolah kamu ngadain belajar di luar kelas, kamu lebih milih eksplor hutan (alam) atau keliling museum (sejarah)?