hallosumedang – Masih ingat soal “surat harapan” yang ditulis para siswa SD Negeri 2 Sindang beberapa waktu lalu? Ternyata, surat-surat itu nggak cuma jadi pajangan. Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, membuktikan kalau suara mereka didengar dengan meninjau langsung progres renovasi SDN 2 Sindang, Senin (26/1/2026).
Kunjungan ini sebenarnya adalah lanjutan dari “sidak” yang pernah dilakukan Wabup Fajar pada September 2025 lalu. Saat itu, beliau menampung aspirasi para siswa dan langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah buat memperbaiki fasilitas yang sudah mulai “lelah”.
Nggak Mau Perbaikan Setengah-Setengah
Setelah dicek, ternyata sudah ada progres nyata. Atap ruang kelas yang dulunya bocor dan rusak sekarang sudah diperbaiki. Tapi, ada satu hal yang bikin Wabup Fajar mengernyitkan dahi: cat dindingnya sudah mulai rembes lagi, padahal baru beres diperbaiki kurang dari sebulan.
Wabup Fajar pun langsung mempertanyakan teknis perbaikannya. Apakah karena ruangan yang terlalu lembap, kurang sinar matahari, atau memang materialnya yang kurang pas. Beliau tegas bilang kalau perbaikan itu harus buat jangka panjang, bukan cuma “poles” sementara.
“Kita butuh solusi yang awet. Jangan sampai baru dianggarkan, eh baru sebulan dua bulan sudah rusak lagi. Itu yang nggak kita mau,” tegasnya saat mengecek kondisi kelas.
Sumedang Membumi: Anggaran Harus Kerasa Manfaatnya
Sesuai dengan semangat tagline Sumedang Membumi 2026, setiap rupiah dari anggaran pemerintah harus benar-benar bermanfaat buat masyarakat. Wabup Fajar nggak mau ada anggaran yang terbuang sia-sia cuma buat perbaikan yang berulang-ulang.
Beliau pun langsung menginstruksikan tim teknis dan bagian sarana prasarana buat cari solusi permanen. Targetnya jelas: ruang kelas harus nyaman dan bikin siswa-siswi SDN 2 Sindang betah belajar tanpa perlu khawatir plafon bocor atau dinding lembap lagi.
“Intinya, ruang kelas ini harus fungsional dan nyaman buat adik-adik kita. Anggaran harus beneran jadi manfaat, bukan jadi beban karena bolak-balik diperbaiki,” pungkasnya.
Langkah gercep ini jadi bukti kalau kolaborasi antara aspirasi siswa dan tindakan nyata pemerintah bisa bikin perubahan yang terasa langsung di lapangan.
Menurut kamu, selain bangunan kelas yang kokoh, fasilitas apa lagi yang paling bikin semangat sekolah makin membara?













