hallosumedang – Suasana di Geotheater Rancakalong mendadak khidmat sekaligus meriah saat alunan Seni Tradisional Sumedang mulai menggema. Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, menjamu langsung delegasi Kedutaan Besar Kuwait yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Hussein.
​Para tamu mancanegara ini disuguhi paket lengkap kebudayaan Kasumedangan:
- ​Tarian Tarawangsa: Musik purba yang punya getaran spiritual tinggi.
- ​Tarian Wayang & Pencak Silat: Perpaduan estetika gerak dan ketangkasan.
- ​Alunan Genggong & Pupuh: Melodi tradisional yang sarat filosofi hidup orang Sunda.
​Kesan Mendalam dari Mayor Jenderal Hussein
​Bagi Mayor Jenderal Hussein, Indonesia bukan tempat yang asing, tapi Sumedang kasih kesan yang beda banget. Beliau memuji keramahan warga Sumedang yang menurutnya mencerminkan nilai luhur penduduk Muslim terbesar di dunia.
​”Ini bukan pertama kalinya saya ke Indonesia, tapi Sumedang memberikan pengalaman yang luar biasa. Masyarakatnya sangat ramah, terbuka, dan menerima kami dengan penuh kehangatan. Kami siap untuk menjalin kerja sama,” ungkap Hussein dengan antusias.
​Budaya Sebagai “Pintu Masuk” Investasi
​Bupati Dony menjelaskan kalau Geotheater Rancakalong memang sengaja dibangun bukan cuma buat gaya-gayaan. Tempat ini adalah wadah pelestarian sekaligus “etalase” untuk memperkenalkan identitas Sumedang ke level internasional.
​Bagi Pemkab Sumedang, pertemuan ini adalah langkah awal yang strategis. Diplomasi budaya ini diharapkan segera berlanjut ke kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang:
- ​Investasi Ekonomi: Membuka peluang usaha baru.
- ​Pendidikan: Pertukaran ilmu dan pengembangan SDM.
- ​Kebudayaan: Memperkuat jejaring pariwisata global.
​”Kami sangat terbuka untuk kolaborasi. Harapannya, pertemuan ini nggak cuma jadi silaturahmi, tapi berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumedang,” pungkas Bupati Dony.
​Dengan respon positif dari delegasi Kuwait, sepertinya kita bakal sering melihat kolaborasi keren antara Sumedang dan negara-negara teluk di masa depan!













