hallosumedang – Musrenbang Sumedang kembali jadi momen krusial dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Forum ini bukan sekadar agenda tahunan yang formalitas, tapi ruang nyata bagi masyarakat buat menyampaikan kebutuhan dan harapan mereka secara langsung. Lewat Musrenbang, suara warga nggak cuma didengar, tapi juga dicatat dan dipertimbangkan sebagai bahan utama penyusunan kebijakan pembangunan ke depan.
Menurut Acep Komaruddin Hidayat, Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Sumedang, Musrenbang punya posisi strategis karena mempertemukan masyarakat dengan pemerintah daerah dalam satu meja.
“Aspirasi yang muncul dari bawah jadi dasar penting agar program pembangunan benar-benar relevan, adil, dan sesuai kondisi di lapangan. Jadi, pembangunan tidak asal jalan, tapi berbasis kebutuhan riil masyarakat,” ujar Acep kepada Hallo Sumedang, Kamis (05/02/2026).
Menurutnya, kehadiran anggota DPRD dalam Musrenbang kecamatan bukan sekadar simbolis. DPRD punya peran penting sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah. Di forum ini, DPRD memastikan setiap usulan warga benar-benar masuk dalam proses perencanaan, bukan cuma berhenti sebagai catatan rapat.
“DPRD juga berfungsi mengawal agar aspirasi masyarakat tetap sejalan dengan prioritas pembangunan daerah dan aturan yang berlaku. Dengan begitu, usulan yang disampaikan bisa realistis untuk direalisasikan dan punya dampak nyata. Sinergi antara warga, DPRD, dan pemerintah daerah jadi kunci supaya perencanaan pembangunan tidak melenceng dari kebutuhan publik,” tegas Acep.
Dari hasil Musrenbang yang digelar, terlihat jelas bahwa aspirasi masyarakat masih didominasi oleh kebutuhan dasar. Infrastruktur seperti jalan, drainase, dan fasilitas umum masih jadi keluhan utama warga. Selain itu, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan juga terus disuarakan karena langsung berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat.
Nggak cuma itu, penguatan ekonomi kerakyatan juga jadi perhatian serius. Banyak warga berharap ada program yang bisa mendorong UMKM, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa arah pembangunan ke depan masih perlu fokus pada pelayanan publik yang merata dan peningkatan taraf hidup masyarakat secara menyeluruh.
“DPRD Sumedang berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat agar tidak berhenti di forum Musrenbang saja. Usulan yang sudah dihimpun akan diperjuangkan supaya masuk ke dokumen perencanaan daerah, mulai dari RKPD hingga pembahasan APBD,” ujarnya.
Acep menjelaskan bahwa aspirasi masyarakat akan disinergikan dengan pokok-pokok pikiran DPRD. Selanjutnya, usulan tersebut dibahas bersama perangkat daerah terkait agar bisa direalisasikan secara bertahap. Pendekatan ini dilakukan supaya program pembangunan tetap terukur, berkelanjutan, dan sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Harapan besar disematkan pada hasil Musrenbang tahun ini. Program yang dihasilkan diharapkan tidak hanya bagus di atas kertas, tapi juga realistis dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pembangunan yang tepat sasaran jadi tujuan utama agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan oleh warga di berbagai wilayah,” ucapnya.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat, Acep optimistis pembangunan Sumedang bisa berjalan lebih terarah dan merata. Fokus pada kepentingan masyarakat luas jadi fondasi penting agar pembangunan daerah nggak timpang dan bisa dinikmati semua kalangan.
Musrenbang Sumedang pun kembali menegaskan satu hal penting: pembangunan yang baik lahir dari partisipasi aktif masyarakat dan komitmen semua pihak untuk mengawal aspirasi hingga benar-benar terwujud.














Responses (2)
Comments are closed.