Eksekutif

Gak Cuma Slogan, Visi Sumedang Simpati di Bawah Dony Ahmad Munir Terus Gaspol di Tahun Pertama

4
×

Gak Cuma Slogan, Visi Sumedang Simpati di Bawah Dony Ahmad Munir Terus Gaspol di Tahun Pertama

Share this article
Sumedang Simpati

hallosumedang – Satu tahun kepemimpinan Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, dan Wakil Bupati Fajar Aldila bukan cuma soal seremoni. Pemerintah Kabupaten Sumedang baru saja menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada Rabu (18/2/2026) di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). Pertemuan ini jadi ajang spill data soal evaluasi pembangunan sekaligus memperkuat arah kebijakan daerah ke depannya. Visi Sumedang Simpati tetap jadi bintang utama sebagai fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam rakor yang juga dihadiri Sekda Tuti Ruswati dan para kepala SKPD ini, Bupati Dony menegaskan kalau Sumedang Simpati itu bukan sekadar kata-kata manis di baliho. Visi ini adalah blueprint nyata yang fokus pada pelayanan publik, ekonomi rakyat, dan kualitas SDM. Evaluasi satu tahun ini tujuannya simpel: memastikan semua program beneran masuk ke kantong dan hati masyarakat, bukan cuma bagus di atas kertas.

Bupati Dony menyampaikan poin penting dalam arahannya:

“Rakor ini menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana visi Sumedang Simpati telah kita wujudkan. Pembangunan tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Digitalisasi Layanan dan Upgrade Kualitas SDM

Setahun belakangan, pembangunan Sumedang memang lagi kencang-kencangnya di jalur digital. Pemda terus melakukan transformasi layanan supaya warga nggak perlu ribet lagi kalau urus administrasi. Semuanya dibikin lebih transparan, efektif, dan gampang diakses lewat gadget. Ini bener-bener vibe pemerintahan modern yang diinginkan Gen Z dan milenial.

Nggak cuma soal teknologi, sektor pendidikan dan kesehatan juga dapet porsi perhatian yang besar. Pemkab Sumedang lagi gencar mendorong kualitas hidup masyarakat lewat program-program prioritas. Tujuannya jelas, supaya SDM di Sumedang punya daya saing tinggi dan nggak ketinggalan zaman.

See also  Mapag Dangiang Tembong Agung Siap Digelar April

Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat: Bukan Sekadar Tren

Salah satu yang menarik dari kepemimpinan Sumedang saat ini adalah kesigapan mereka mendukung program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat. Program MBG ini keren banget karena tujuannya mulia: memperbaiki gizi pelajar sekaligus memutus rantai stunting.

Menariknya, program ini juga jadi motor penggerak ekonomi lokal. Pemda melibatkan UMKM, petani, peternak, sampai penyedia bahan pangan dari daerah sendiri. Jadi, selain anak-anak dapet gizi bagus, dompet para pelaku usaha lokal juga makin tebal. Sinergi seperti inilah yang bikin program pemerintah terasa lebih impactful.

Ekonomi Lokal Makin Stand Out

Sektor ekonomi juga nggak luput dari pantauan. Pembangunan Sumedang di bidang ini fokus pada penguatan UMKM dan sektor pertanian. Pemkab pengen investasi masuk lebih deras lewat berbagai kegiatan strategis yang ujung-ujungnya membuka lapangan kerja baru buat anak muda Sumedang.

Selain urusan internal, Sumedang juga mulai melirik potensi ekonomi regional. Infrastruktur diperbaiki, kualitas tenaga kerja ditingkatkan, dan sektor industri diperkuat. Strategi ini diambil supaya Sumedang bisa jadi pemain utama dalam pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Barat.

Terkait hal ini, Bupati Dony menekankan: “Pengembangan ekonomi daerah harus berjalan seiring dengan peningkatan investasi dan kesiapan sumber daya manusia. Dengan kolaborasi yang kuat, Sumedang optimistis dapat menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.

Filosofi Kadeuleu, Karampa, dan Karasa

Selama setahun ini, banyak penghargaan dan prestasi yang sudah dikantongi Pemkab Sumedang. Tapi buat Bupati Dony, trofi itu cuma bonus. Indikator keberhasilan yang sebenernya adalah saat masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintahnya. Beliau punya prinsip pembangunan yang sangat lokal namun mendalam, yaitu Kadeuleu (terlihat), Karampa (teraba), dan Karasa (terasa).

See also  KDM Hadirkan Program Revolusioner: Penguatan Karakter untuk Anak Bermasalah di Sumedang

Filosofi ini jadi standar tinggi buat setiap dinas dalam menjalankan program mereka. Jangan sampai pembangunan dilakukan tapi warga nggak ngerasain bedanya. Bupati menambahkan poin krusial soal ini:

“Setiap program pembangunan harus Kadeuleu, Karampa, dan Karasa. Artinya hasil pembangunan harus terlihat nyata, dapat dirasakan manfaatnya secara langsung, dan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sinergi untuk Masa Depan Sumedang

Sebagai penutup rakor, Bupati kembali mengingatkan kalau keberhasilan Sumedang Simpati nggak bisa dikerjakan sendirian. Perlu ada kolaborasi antara perangkat daerah dan dukungan penuh dari masyarakat. Dengan ritme kerja yang sat set dan terukur seperti sekarang, masa depan pembangunan Sumedang terlihat sangat menjanjikan untuk terus maju dan berdaya saing global.