hallosumedang – Transformasi Bank Sumedang Perseroda resmi jadi agenda besar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Ruang Rapat Bupati Sumedang, beberapa waktu lalu. Forum ini mengangkat tema “Refleksi Bank Sumedang dalam Transformasi Menjadi Perseroda” sebagai ruang evaluasi sekaligus penentuan arah baru ke depan. Perubahan status ini bukan cuma ganti nama, tapi juga ngubah cara kerja, strategi bisnis, dan orientasi layanan agar makin relevan sama kebutuhan warga.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, hadir langsung dan menegaskan bahwa RUPS jadi momen penting buat mengulas performa perusahaan sekaligus ngerapihin arah kebijakan.
“Transformasi menjadi Perseroda adalah langkah besar dan visioner. Ini bukan hanya perubahan nomenklatur, tetapi perubahan paradigma dalam tata kelola, profesionalisme, dan daya saing. Kita ingin Bank Sumedang tumbuh sehat, kuat, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.
Menurut Bupati, perubahan badan hukum jadi Perseroan Daerah membuka ruang yang lebih luas buat Bank Sumedang bergerak lincah. Fleksibilitas usaha meningkat, struktur permodalan bisa diperkuat, dan kontribusi ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpotensi naik. Dengan status Perseroda, bank daerah punya “ruang napas” lebih panjang buat inovasi, kolaborasi, dan ekspansi layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal.
Ia juga menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang rapi, inovasi layanan berbasis digital, serta perluasan akses pembiayaan untuk UMKM dan sektor produktif.
“Bank Sumedang harus hadir lebih dekat dengan masyarakat, terutama pelaku UMKM. Transformasi ini berdampak nyata, bukan hanya pada kinerja keuangan, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi rakyat,” tambahnya.
Pesannya jelas: transformasi ini harus kerasa dampaknya di lapangan, bukan cuma bagus di laporan.
Lewat refleksi dan evaluasi menyeluruh, Bank Sumedang ditargetkan berakselerasi jadi lembaga keuangan daerah yang modern, adaptif, dan fokus pelayanan publik. Bupati berharap, setelah RUPS ini, kinerja perusahaan di tahun berikutnya makin solid, pelayanan makin prima, dan profesionalisme karyawan terus naik level.
“Dengan terselenggaranya RUPS, diharapkan kinerja Bank Sumedang tahun yang akan datang akan lebih baik dengan pelayanan prima yang didukung profesionalisme dan integritas dalam mencapai keuntungan finansial dan kemanfaatan yang optimal,” ungkapnya.
Direktur Bank Sumedang, Yanti Krisyana Dewi, memaparkan posisi bank saat ini sebagai BPR kegiatan usaha 3 (BPR KU III). Aset Bank Sumedang tercatat Rp414.926.436.813 miliar dengan modal inti Rp94.991.086.239.
“Bank Sumedang menyetorkan PAD sebesar Rp.10.826.001.563,85 dan memilili satu kantor pusat, 6 kantor cabang, 6 kantor kas, dan memiliki 9 ATM, serta 1 kas keliling dikelola oleh 3 orang anggota dewan pengawas dan 3 orang anggota direksi, jumlah karyawan seluruhnya 124 orang,” ujarnya.
Angka-angka ini nunjukin skala Bank Sumedang yang sudah cukup mapan sebagai bank daerah. Dengan jaringan kantor yang tersebar dan dukungan SDM, transformasi ke Perseroda diharapkan bikin operasional makin efisien sekaligus responsif terhadap kebutuhan nasabah.
Selama ini, Bank Sumedang ikut ambil peran dalam pemulihan ekonomi daerah lewat penyaluran kredit bersubsidi KURDA. Program ini ngebantu pelaku usaha kecil buat tetap jalan dan naik kelas. Selain itu, Bank Sumedang juga mendukung program pemerintah “satu rekening pelajar (KEJAR)” lewat produk simpanan pelajar (Simpel).
“Selain itu turut serta menyukseskan program pemerintah dalam mewujudkan program satu rekening pelajar (KEJAR) melalui simpanan pelajar (Simpel). Tidak hanya itu kami juga turut serta mensukseskan program pemerintah dalam menyalurkan dana tunjangan kinerja, penghasilan tetap, jasa pelayanan, dan sertifikasi PPPK,” katanya.
Peran ini bikin posisi Bank Sumedang makin relevan di tengah masyarakat, bukan sekadar lembaga simpan pinjam, tapi mitra pembangunan ekonomi lokal.
Dalam forum RUPS, berbagai agenda strategis dibahas. Mulai dari pengesahan bentuk badan hukum, laporan kinerja keuangan 2025, penggunaan laba 2025, sampai penetapan remunerasi, nominasi, dan penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) tahun 2026. Rencana bisnis ke depan serta strategi penguatan kelembagaan juga jadi topik utama, mengingat persaingan industri perbankan makin ketat.
Ke depan, transformasi Bank Sumedang Perseroda bakal diuji oleh tantangan digitalisasi, persaingan layanan keuangan, dan tuntutan nasabah yang makin melek teknologi. Kalau strategi jalan konsisten, bank daerah ini punya peluang besar buat jadi motor ekonomi lokal yang benar-benar kerasa dampaknya buat UMKM dan warga Sumedang.













