News

Pengendalian Inflasi di Bulan Ramadhan, Pemkab Sumedang Jaga Harga Bahan Pokok Stabil

3
×

Pengendalian Inflasi di Bulan Ramadhan, Pemkab Sumedang Jaga Harga Bahan Pokok Stabil

Share this article

hallosumedang – Isu pengendalian inflasi Sumedang jadi sorotan utama selama bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Pemerintah Kabupaten Sumedang langsung tancap gas lewat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Senin (23/2/2026). Rakor ini jadi langkah preventif biar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan stok aman sampai Idulfitri.

Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, bareng Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila. Forum ini juga dihadiri Forkopimda, perangkat daerah terkait, Bulog, BPS, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kolaborasi lintas sektor ini penting banget karena urusan harga pangan nggak bisa ditangani satu pihak doang.

Pemkab paham betul, Ramadhan itu identik sama lonjakan konsumsi. Permintaan naik, potensi harga ikut terdorong. Karena itu, rakor di momen Ramadhan ini dipakai buat nyiapin strategi jaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman sampai Lebaran. Targetnya jelas: warga bisa belanja kebutuhan harian tanpa drama harga melonjak.

Dalam arahannya, Bupati minta TPID gercep dan konkret buat antisipasi potensi kenaikan harga. Ia juga mendorong transparansi informasi biar warga bisa mantau kondisi pasar secara real time.

“Sampaikan secara berkala informasi perkembangan harga dan pasokan secara transparan kepada masyarakat. Laksanakan juga sosialisasi dan optimalisasi pemanfaatan Aplikasi Sindang sebagai sarana pemantauan harga oleh masyarakat,” ujarnya.

Arahannya ini nunjukin pentingnya keterbukaan data supaya publik nggak kebingungan soal harga.

Sejumlah komoditas masuk radar utama pengendalian, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam ras, telur ayam, cabai merah, sampai bawang merah. Berdasarkan laporan perangkat daerah, stok secara umum masih aman. Meski begitu, pengawasan lapangan tetap diperketat lewat inspeksi mendadak ke pasar tradisional dan ritel modern. Tujuannya biar harga di lapangan sesuai kondisi pasokan, bukan karena spekulasi.

See also  Dukung Pendidikan Anak Usia Dini, 200 Guru PAUD dan TK di Sumedang Terima Insentif

Selain pantau stok, Pemkab juga mendorong Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar dimaksimalkan bareng dinas terkait serta Bulog di titik-titik strategis. Program ini nyediain beras, daging sapi, daging ayam, telur, dan komoditas lain dengan harga wajar atau bahkan di bawah harga pasar. Skema ini diharapkan bisa ngerem laju kenaikan harga sekaligus bantu daya beli warga.

Penguatan kolaborasi antar perangkat daerah juga jadi PR penting. Bupati menekankan perlunya sinkronisasi data atau “satu data” sebagai fondasi kebijakan pengendalian inflasi.

Dengan data yang rapi dan seragam, keputusan bisa lebih presisi, nggak pakai asumsi. Ini krusial, apalagi di momen sensitif seperti Ramadhan ketika pergerakan harga bisa cepat banget. Ia juga ngasih penekanan soal distribusi stok pangan.

“Kami berharap stok bahan pangan tidak diperjualbelikan ke luar daerah agar tidak terjadi lonjakan atau permainan harga sembako di masyarakat Kabupaten Sumedang,” tegasnya.

Pesan ini ditujukan buat cegah praktik yang bisa bikin pasokan lokal menipis dan harga mendadak naik.

Pemkab Sumedang memastikan monitoring dan evaluasi harga bakal dilakukan rutin sepanjang Ramadhan sampai Idulfitri. Pengawasan ini juga dibarengin upaya pencegahan penimbunan bahan pokok yang bisa memicu kelangkaan dan lonjakan harga liar. Langkah preventif ini penting supaya stabilitas pasar tetap kepegang, terutama di hari-hari menjelang Lebaran yang biasanya rawan.

“kami akan memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi selama bulan suci Ramadhan hingga Lebaran, sekaligus menjamin kualitas pangan yang aman, sehat, dan higienis bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan pendekatan ini, Pemkab nggak cuma fokus di harga, tapi juga kualitas pangan yang dikonsumsi warga.

Lewat rakor ini, Pemkab Sumedang menegaskan komitmennya jaga stabilitas ekonomi daerah dan lindungi daya beli masyarakat selama Ramadhan 2026. Strategi kolaboratif, operasi pasar, keterbukaan data, dan pengawasan lapangan jadi paket lengkap buat ngawal pengendalian inflasi Sumedang. Harapannya, Ramadhan berjalan tenang, belanja tetap terjangkau, dan kebutuhan pokok aman sampai Lebaran.

See also  Batik Citengah Naik Level: Tradisi Lokal Ketemu Sentuhan Global

BACA JUGA: Setahun Kepemimpinan Dony–Fajar di Sumedang: Birokrasi Ngebut