hallosumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang mulai pasang ancang-ancang buat tahun 2027. Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, baru saja memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Rencana Pendapatan Daerah sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Rapat yang digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kamis (8/1/2026) ini dihadiri langsung oleh Sekda dan jajaran kepala SKPD terkait.
Rapat ini krusial banget buat nyamain frekuensi antara proyeksi cuan daerah dengan arah kebijakan pembangunan. Wabup Fajar pengen perencanaan pendapatan disusun secara realistis, terukur, tapi tetap punya vibe berkelanjutan.
Pendapatan: Bahan Bakar Utama Pembangunan
Bagi Wabup Fajar, perencanaan pendapatan adalah fondasi. Tanpa perencanaan yang akurat, program-program keren buat masyarakat nggak bakal bisa jalan maksimal karena keterbatasan anggaran (ruang fiskal).
“Perencanaan pendapatan ini sangat menentukan ruang fiskal kita. Jika pendapatannya direncanakan dengan baik dan akurat, maka program pembangunan yang kita rancang bisa berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Wabup Fajar.
Beliau juga mengingatkan para kepala OPD agar nggak cuma pakai cara lama atau sekadar rutinitas tahunan. Penentuan target harus berbasis data dan potensi riil yang ada di lapangan.
“Pendapatan daerah tidak boleh disusun sekadar rutinitas tahunan. Harus berbasis data, potensi riil daerah, dan disertai inovasi. Kita harus jujur pada kemampuan daerah, tetapi juga progresif dalam menggali peluang,” tegasnya.
PAD Bukan Cuma Soal Angka, Tapi Layanan
Salah satu poin penting yang di-highlight Wabup adalah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Beliau mendorong penguatan sistem digital dan pemanfaatan teknologi biar pengelolaan pendapatan makin transparan.
Menurut beliau, naikin target PAD itu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Jadi, warga merasa pajak atau retribusi yang mereka bayar beneran balik lagi dalam bentuk fasilitas yang makin oke.
“Optimalisasi PAD bukan hanya soal menaikkan angka, tetapi bagaimana pelayanan semakin baik, sistem semakin transparan, dan program yang dilaksanakan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Sumedang,” tambahnya.
Sinergi Jadi Kunci Sukses
Wabup juga minta seluruh perangkat daerah buat nggak kerja sendiri-sendiri (silo mentality). Kolaborasi antar-dinas sangat diperlukan buat menggali potensi pajak, retribusi, hingga pemanfaatan aset daerah yang selama ini mungkin belum maksimal.
Melalui rakor ini, harapannya dokumen RKPD Sumedang 2027 bisa jadi panduan yang komprehensif buat menjawab tantangan masa depan. Dengan visi yang selaras, Sumedang optimis bisa terus membangun tanpa hambatan finansial.
Sumedang Siap Naik Kelas di 2027
Langkah proaktif Wabup Fajar Aldila di awal 2026 ini menunjukkan kalau Pemkab Sumedang sangat serius mengelola dapur keuangannya. Dengan mengedepankan inovasi dan transparansi, target pendapatan di 2027 diharapkan bukan cuma tercapai di atas kertas, tapi beneran terasa manfaatnya buat seluruh warga Sumedang.













