hallosumedang – Baru juga ganti tahun, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumedang sudah pasang mode proactive. Fokus mereka kali ini adalah memaksimalkan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Dua sektor ini emang jadi tulang punggung buat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumedang di tahun 2026.
Misi “Join Activity Plan 2026”
Biar strateginya nggak cuma jadi wacana, Bapenda menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) besar-besaran, Jumat (30/1/2026). Nggak sendirian, mereka merangkul banyak pihak mulai dari P3D (Samsat), Camat, sampai Lurah se-Kabupaten Sumedang.
Sekretaris Bapenda Sumedang, Mia Rohmiatin Supriatna, menjelaskan kalau mereka lagi menyusun Join Activity Plan 2026. Ini adalah “buku panduan” kolaborasi biar semua pihak punya gerak yang sama selama setahun penuh.
“Kami pengen pengelolaan opsen PKB dan BBNKB ini lebih terukur dan terintegrasi. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci biar nggak ada potensi penerimaan yang bocor,” ujar Mia.
Kenapa Harus “Opsen”?
Mungkin kamu bertanya-tanya, apa sih pentingnya opsen ini? Sederhananya, ini adalah bagian dari pajak kendaraan yang langsung masuk ke kas daerah. Dengan sistem yang lebih rapi, pemerintah daerah punya kekuatan fiskal yang lebih stabil buat mendanai berbagai proyek infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan di Sumedang.
Bukan Cuma Soal Angka
Bapenda menegaskan kalau target mereka nggak melulu soal mengejar angka nominal. Ada misi yang lebih besar di baliknya:
- Meningkatkan Kepatuhan: Ngajak warga buat makin sadar pentingnya bayar pajak tepat waktu.
- Pendanaan Pembangunan: Memastikan setiap rupiah yang masuk beneran balik lagi ke masyarakat dalam bentuk fasilitas yang lebih baik.
- Transparansi: Memperkuat sistem pemungutan biar lebih efektif dan akuntabel.
Dengan langkah awal yang solid ini, Bapenda optimis target PAD dari sektor kendaraan bermotor tahun ini bisa tercapai dengan lebih maksimal. Jadi, buat kamu yang punya kendaraan, jangan lupa dicek ya masa berlaku pajaknya!













