News

Bupati Sumedang Gandeng KDM Pulangkan Pekerja Wado yang Terlantar di Papua

0
×

Bupati Sumedang Gandeng KDM Pulangkan Pekerja Wado yang Terlantar di Papua

Share this article

hallosumedang – Kabar soal Warga Wado di Papua yang terlantar akhirnya mendapat titik terang. Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan lima pekerja asal Kecamatan Wado yang saat ini berada di Papua Pegunungan akan difasilitasi untuk pulang ke kampung halaman.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir. Ia memastikan pemerintah daerah akan membantu proses kepulangan para pekerja yang saat ini berada di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan lima warga Kecamatan Wado yang saat ini berada di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, akan difasilitasi untuk kembali ke kampung halaman.

Langkah ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan kesiapannya untuk membantu memfasilitasi proses pemulangan para pekerja tersebut.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Dony setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya membantu memfasilitasi proses kepulangan para pekerja tersebut.

Kelima pekerja asal Sumedang yang saat ini berada di Papua berasal dari wilayah Kecamatan Wado dan sekitarnya. Berikut daftar warga yang diketahui berada di lokasi tersebut.

Adapun lima warga Kabupaten Sumedang yang saat ini berada di Papua yakni :

  1. Rahya Efendi, alamat Nagrak, Desa Cikareo Utara.
  2. Dedi, alamat Cilangkap.
  3. Jaja, alamat Pasir Hurip, Sukajadi.
  4. Yusup Maulana, alamat Wado
  5. Dede Gunawan, alamat Cisurat

Sebelumnya, mereka berangkat ke Papua dengan harapan mendapatkan pekerjaan di proyek pembangunan yang dijanjikan oleh seorang mandor.

Diketahui Kelima warga Wado tersebut sebelumnya berangkat ke Papua pada 14 Februari 2026 untuk bekerja dalam proyek pembangunan yang dijanjikan oleh seorang mandor.

Namun realita di lapangan tidak sesuai dengan harapan. Setelah hampir satu bulan berada di lokasi, mandor yang menjanjikan pekerjaan tersebut tidak pernah muncul.

See also  🤩 Dubes Kuwait Terpukau Budaya Lokal: Tim Kesenian Sumedang Go Global!

Namun hingga hampir satu bulan berada di lokasi, mandor yang menjanjikan pekerjaan tersebut tidak pernah datang, sehingga para pekerja tidak mendapatkan pekerjaan maupun upah seperti yang dijanjikan.

Situasi ini membuat para pekerja kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di Papua. Tanpa pekerjaan dan tanpa penghasilan, kondisi mereka menjadi semakin sulit.

Akibat kondisi tersebut, para pekerja mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di lokasi.

Mengetahui kondisi tersebut, Bupati Dony langsung mengambil langkah cepat. Ia menghubungi para pekerja melalui video call untuk memastikan kondisi mereka secara langsung.

Mengetahui kondisi itu, Bupati Dony langsung berkomunikasi dengan para pekerja melalui video call untuk memastikan kondisi mereka sekaligus memberikan dukungan moral agar para pekerja tetap kuat dan bersabar sambil menunggu proses pemulangan yang sedang diupayakan oleh pemerintah daerah.

Dalam komunikasi tersebut, Bupati juga meminta para pekerja tetap tenang sambil menunggu proses pemulangan yang sedang diurus oleh pemerintah.

“Insya Allah kami pastikan kelima warga tersebut pulang. Yang penting tetap tenang dan menjaga kesehatan sampai proses kepulangan selesai,” ujarnya.

Selain memastikan kepulangan para pekerja, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat yang ikut membantu proses tersebut.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang turut memberikan perhatian khusus serta membantu memfasilitasi proses pemulangan lima warga Sumedang tersebut.

Proses pemulangan sendiri akan dilakukan melalui jalur penerbangan. Rutenya dimulai dari Bandara Dekai menuju Bandara Sentani di Jayapura.

“Proses kepulangan akan dilakukan melalui jalur penerbangan dari Bandara Dekai menuju Bandara Sentani di Jayapura, kemudian dilanjutkan ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta sebelum akhirnya kembali ke Kabupaten Sumedang,”ungkapnya.

See also  Rafika Adnur Terpilih Aklamasi, Siap Emban Amanah HIPMI 2025–2028

Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan akan terus mengawal proses tersebut hingga para pekerja benar-benar sampai di kampung halaman dengan selamat.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan akan terus mengawal proses kepulangan kelima warga tersebut hingga mereka dapat kembali ke daerah asal dengan selamat.

Tidak hanya memfasilitasi perjalanan pulang, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan bekal untuk para pekerja selama perjalanan kembali ke Sumedang.

Selain itu Bupati juga akan memberikan bekal kepada para pekerja untuk membantu kebutuhan selama perjalanan pulang menuju Sumedang.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama ketika menghadapi kesulitan di luar daerah.

“Pemkab Sumedang berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat serta memastikan setiap warga yang mengalami kesulitan di luar daerah mendapatkan penanganan dan bantuan yang diperlukan,”ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Bupati Dony juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima tawaran pekerjaan di luar daerah.

Terakhir, Bupati Dony memgimbau agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar daerah yang tidak memiliki kejelasan, baik terkait perusahaan, kontrak kerja maupun pihak penanggung jawab di lapangan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.

Kasus Warga Wado di Papua ini menjadi pengingat penting bahwa setiap tawaran kerja perlu dicek dengan teliti. Informasi terkait perusahaan, kontrak kerja, dan pihak penanggung jawab harus jelas sejak awal agar masyarakat tidak mengalami situasi serupa di kemudian hari.