hallosumedang – Isu soal program unggulan Sumedang kembali jadi pembahasan panas di forum resmi DPRD Sumedang. Dalam momen Hari Jadi Sumedang ke-448, Bupati Dony Ahmad Munir memaparkan berbagai capaian di sektor pendidikan, infrastruktur, hingga UMKM. Secara umum, ia menyebut ada perubahan positif yang mulai terasa di tengah masyarakat.
Pemaparan itu disampaikan saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumedang yang digelar pada Rabu, 22 April 2026. Forum ini jadi ruang penting untuk menyampaikan progres pembangunan sekaligus mengukur dampaknya secara langsung.Di sektor pendidikan, pemerintah daerah mendorong program sekolah ramah lingkungan. Sepanjang 2025, sejumlah fasilitas pendidikan mendapat sentuhan perbaikan. Total ada 169 ruang kelas SD, 49 ruang SMP, dan 16 ruang PAUD yang direhabilitasi.
“Pembangunan ruang kelas baru SD 7 ruang, SMP 9 ruang, PAUD 3 ruang. Selanjutnya rehabilitasi toilet SD 71 unit, SMP 37 unit. Kemudian pembangunan toilet baru 44 unit, pembangunan dan rehabilitasi perpustakaan 21 unit,” tuturnya.
Langkah ini nggak cuma soal bangunan fisik. Pemerintah juga mengarahkan peningkatan kualitas pendidikan lewat kompetensi guru dan kurikulum yang lebih relevan. Targetnya jelas, mempercepat wajib belajar dari 9 tahun ke 12 tahun.Dari data yang disampaikan, ada peningkatan angka harapan lama sekolah dari 13,02 tahun di 2024 jadi 13,21 tahun di 2025.
Rata-rata lama sekolah juga naik dari 8,74 tahun menjadi 8,92 tahun. Meski kenaikannya nggak terlalu besar, ini tetap dianggap sebagai sinyal positif.
Masuk ke sektor infrastruktur, program “jalan leucir nepi ka desa” jadi salah satu fokus utama. Pada 2025, penanganan dilakukan di 57 ruas jalan. Tahun berikutnya, jumlahnya bertambah jadi 66 ruas jalan, ditambah pembangunan 3 jembatan dan pemasangan 434 titik penerangan jalan umum (PJU).
Selain itu, proyek strategis seperti pembangunan jalan lingkar utara Jatigede sepanjang 4,24 km juga ikut disorot. Ada juga jalur Poros Jingkang hingga Surian Sanca yang diharapkan bisa memperlancar mobilitas warga.
“Termasuk pembangunan jalan lingkar utara Jatigede sepanjang 4,24 KM, jalan Poros Jingkang, Surian Sanca. Program ini telah terbukti memperlancar aksesibilitas dan mobilitas perekonomian masyarakat Kabupaten Sumedang,” terangnya.
Di bidang ekonomi, perhatian pemerintah diarahkan ke penguatan UMKM dan wirausaha muda. Lewat program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), pencari kerja diberi bekal keterampilan tambahan. Selain itu, ada juga pelatihan kewirausahaan, inkubasi bisnis, hingga bantuan sarana usaha.
Pemerintah juga meresmikan pusat UMKM dan rumah kemasan sebagai upaya meningkatkan daya saing produk lokal. Harapannya, pelaku usaha kecil bisa naik kelas dan lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas.Sektor pertanian nggak ketinggalan. Program revolusi pertanian 4A—air, benih, pupuk, dan alat mesin pertanian—terus didorong untuk meningkatkan produktivitas. Pendekatan ini fokus pada kebutuhan dasar petani agar hasil panen bisa lebih optimal.
Di sisi sosial dan kesehatan, pemerintah memberikan insentif kepada ribuan kader dan tenaga masyarakat. Total ada 9.865 kader posyandu, 7.314 anggota Satlinmas, dan 4.500 guru ngaji yang menerima dukungan.
“Kemudian bidang pertanian melalui program revolusi pertanian (revolper) 4A (ada air, ada benih, ada pupuk dan ada alsintan. Begitupun bidang sosial dan kesehatan diwujudkan melalui pemberian insentif kadeudeuh simpati kepada 9.865 kader posyandu, 7.314 anggota Satlinmas, dan 4.500 guru ngaji,” paparnya.
Penataan ruang publik juga jadi perhatian. Alun-alun kota, sport center Tadjimalela, hingga fasilitas jogging track dan mini football di kompleks PPS Sumedang terus dikembangkan. Sebagian proyek ini memanfaatkan dana CSR dan sudah bisa digunakan masyarakat.
“Mari kita tumbuhkan rasa empati. Ketika kabupaten yang kita sayangi meraih prestasi yang baik kita sama-sama bersyukur, begitu pula ketika kabupaten kita mendapat kendala, ujian, kita ikut prihatin dan hadir menjadi bagian yang solutif,” kata Bupati.
Meski banyak program sudah berjalan, tantangan tetap ada. Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi dengan DPRD Sumedang untuk menjaga kualitas pengawasan dan memastikan anggaran digunakan secara efektif.
Ia juga menyinggung pentingnya stabilitas politik sebagai fondasi utama pembangunan. Tanpa kondisi yang kondusif, program yang dirancang bisa saja tidak berjalan maksimal
.“Untuk itu kami mengajak DPRD Kabupaten Sumedang untuk terus memperkuat fungsi pengawasan yang konstruktif, memastikan kualitas belanja daerah semakin efektif dan menjaga stabilitas politik yang kondusif, karena tanpa stabilitas pembangunan tidak akan optimal,” ujarnya.













