News

Jatinangor Sumedang Diproyeksikan Jadi Episentrum Ekonomi

9
×

Jatinangor Sumedang Diproyeksikan Jadi Episentrum Ekonomi

Share this article

hallosumedang – Jatinangor Sumedang Jadi Episentrum Pertumbuhan bukan cuma slogan, tapi arah kebijakan yang lagi digenjot serius oleh Pemkab Sumedang. Wilayah yang dikenal sebagai kawasan pendidikan dan hunian padat ini diproyeksikan jadi motor ekonomi baru di daerah.

Pemerintah Kabupaten Sumedang mempertegas fokus pembangunan Jatinangor sebagai kawasan strategis penopang pertumbuhan ekonomi. Mulai dari penguatan infrastruktur dasar sampai pemberdayaan ekonomi warga, semuanya masuk radar prioritas beberapa tahun ke depan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa pembangunan di Jatinangor harus berdampak nyata ke kesejahteraan masyarakat. Ia tidak ingin pembangunan berhenti di proyek fisik semata tanpa efek langsung ke kehidupan warga.

Menurutnya, indikator keberhasilan bukan cuma angka atau laporan administratif. Ukurannya sederhana: warga merasakan perubahan. Akses jalan makin layak, lingkungan lebih tertata, dan peluang usaha makin terbuka.

“Pembangunan harus menyentuh kebutuhan warga. Infrastruktur penting, tetapi manfaatnya harus langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dony saat kegiatan Safari Ramadan di Desa Hegarmanah, Selasa (3/3/2026).

Dalam waktu dekat, Pemkab Sumedang bakal memprioritaskan peningkatan kualitas jalan lingkungan, perbaikan sistem drainase, dan penambahan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik rawan.

Langkah ini dinilai krusial karena mobilitas warga Jatinangor cukup tinggi. Aktivitas pendidikan, perdagangan, dan hunian terus tumbuh seiring bertambahnya penduduk. Infrastruktur yang kurang memadai bisa jadi hambatan serius.

Penambahan PJU di titik rawan diharapkan bisa meningkatkan rasa aman, terutama pada malam hari. Drainase yang baik juga penting untuk mencegah genangan dan meminimalkan risiko banjir saat hujan deras turun.

Kalau infrastruktur rapi, aktivitas ekonomi ikut lancar. Itu jadi bagian dari strategi besar menjadikan Jatinangor Sumedang Jadi Episentrum Pertumbuhan yang benar-benar siap bersaing.

See also  Mekar Rahayu Blooms as a Tourism Village: Fostering Economy and Natural Beauty

Tak hanya jalan dan lampu, program perbaikan rumah tidak layak huni atau rutilahu juga masuk agenda prioritas. Pemerintah menargetkan sekitar 40 unit rumah akan mendapat bantuan perbaikan tahun ini.

“Tahun ini, sekitar 40 unit rumah direncanakan mendapat bantuan perbaikan. Kami mendorong partisipasi masyarakat melalui semangat gotong royong agar cakupan bantuan dapat diperluas dan proses pembangunan berjalan lebih cepat,” ucapnya.

Program ini menyasar warga yang masih tinggal di hunian kurang layak. Dengan perbaikan rumah, kualitas hidup ikut terdongkrak. Pemerintah juga mendorong partisipasi masyarakat supaya prosesnya lebih cepat dan manfaatnya lebih luas.

Konsep gotong royong dianggap relevan untuk memperkuat solidaritas sekaligus menekan beban anggaran.

Selain fisik dan hunian, sektor lingkungan juga jadi perhatian. Pemerintah daerah mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir.

Aparatur kecamatan dan desa diminta aktif menyampaikan informasi prakiraan cuaca kepada warga. Respons cepat terhadap potensi risiko dinilai penting untuk mengurangi dampak bencana.

Gerakan kebersihan lingkungan kembali digalakkan. Pemberantasan sarang nyamuk lewat 3M dan ajakan memilah sampah dari sumbernya terus disosialisasikan.
“Saya berharap kegiatan rutin seperti Jumat Bersih mampu menekan risiko penyakit dan bencana akibat saluran air tersumbat,” harapnya.

Langkah kecil seperti menjaga saluran air tetap bersih punya efek besar dalam jangka panjang. Apalagi di kawasan yang pertumbuhannya cepat seperti Jatinangor.

Di sisi ekonomi, penguatan UMKM jadi bagian penting dari strategi pembangunan. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Jatinangor punya potensi besar karena didukung pasar mahasiswa dan warga pendatang.

Pemerintah berkomitmen mempercepat proses perizinan investasi tanpa mengabaikan tata ruang dan keberlanjutan lingkungan.

See also  Sumedang Siap Jadi Smart City dengan APJ Pintar dari PT Alita Groups

Artinya, investasi tetap selektif dan terarah.
Tujuannya jelas: pertumbuhan ekonomi harus inklusif. Bukan cuma menguntungkan investor besar, tapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.

“Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Sumedang menargetkan Jatinangor mampu tumbuh sebagai kawasan yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakatnya,” tandasnya.

Secara keseluruhan, arah kebijakan ini memperlihatkan bahwa Jatinangor Sumedang Jadi Episentrum Pertumbuhan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Pemerintah mencoba menggabungkan infrastruktur, hunian layak, penguatan UMKM, dan kepedulian lingkungan dalam satu paket strategi.

Jatinangor punya modal kuat sebagai kawasan pendidikan dan hunian strategis. Kalau tata kelola rapi dan kebijakan konsisten, potensi itu bisa berkembang maksimal.

Ke depan, tantangannya ada di implementasi dan konsistensi. Masyarakat tentu berharap Jatinangor Sumedang Jadi Episentrum Pertumbuhan benar-benar terasa dalam keseharian, dari jalan yang lebih nyaman sampai peluang usaha yang makin luas.

BACA JUGA: Setda Sumedang Gas Konsolidasi, Siap Sambut 2027