News

Investasi Sumedang Didongkrak DPRD, Investor Dibikin Nyaman

8
×

Investasi Sumedang Didongkrak DPRD, Investor Dibikin Nyaman

Share this article

hallosumedang – Investasi Sumedang lagi digenjot biar makin ramah buat investor. DPRD Kabupaten Sumedang lewat Komisi II turun langsung menjalankan fungsi pengawasan ke PT Baja Setya Pratama Presindo, pabrik produsen body mobil yang berlokasi di Desa Cibuluh, Kecamatan Ujungjaya, Rabu (25/2/2025). Kunjungan ini jadi sinyal kalau DPRD pengin memastikan iklim investasi di daerah tetap nyaman, aman, dan berdampak langsung ke warga sekitar.

Dalam agenda tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumedang Ruly Aditya hadir bareng rombongan Komisi II serta perwakilan Dinas DPMPTS. Rombongan diterima oleh Iis Ernawati selaku General Affair PT Baja Setya Pratama Presindo di aula meeting perusahaan. Suasana pertemuan dibuat santai tapi tetap fokus bahas hal-hal krusial soal investasi, tenaga kerja, dan kemudahan perizinan.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang, Hj. Ai Rosmawati, berharap investasi di PT Baja Setya Pratama Presindo terus berkembang. Menurutnya, ekspansi usaha bakal membuka peluang kerja baru buat warga sekitar. Saat ini, komposisi tenaga kerja di perusahaan tersebut didominasi pekerja lokal sekitar 80 persen, sementara 20 persen lainnya merupakan pekerja dari perusahaan lama di Bandung.

Data ini dianggap positif karena menunjukkan investasi yang masuk ikut ngedorong serapan tenaga kerja lokal.

Selain soal tenaga kerja, Komisi II juga menyoroti pentingnya kepastian layanan perizinan. Hj. Ai Rosmawati menjelaskan Dinas DPMPTS Kabupaten Sumedang tergolong responsif dalam ngurus perizinan bagi pengusaha yang mau investasi di Sumedang.

Kepuasan pelaku usaha dalam proses perizinan jadi bukti kalau layanan pemerintah daerah makin ramah investor. Kemudahan ini dinilai penting buat menarik investor baru sekaligus menjaga yang sudah ada biar betah ngembangin usahanya di Sumedang.

See also  Info Penting! Tanggal Pembagian SK P3K Sumedang Ditetapkan: Cek Jadwal & Kebijakan Gaji Terbaru!

Terkait keamanan berinvestasi, Hj. Ai Rosmawati menyinggung soal tata ruang daerah. Ia menyebut Peraturan Daerah tentang tata ruang Kabupaten Sumedang belum final, sehingga perlu percepatan biar kepastian hukum makin jelas.

Meski begitu, ia menegaskan iklim investasi di Sumedang tetap aman dan nyaman. Kepastian regulasi tata ruang ini krusial karena investor butuh kejelasan soal zona industri, peruntukan lahan, dan rencana pengembangan wilayah jangka panjang.

Dari sisi DPRD, fungsi pengawasan ini bukan cuma formalitas. Komisi II ingin memastikan investasi yang masuk nggak cuma ngejar profit, tapi juga berdampak ke ekonomi lokal.

Efek bergandanya diharapkan terasa ke sektor lain, mulai dari penyerapan tenaga kerja, perputaran ekonomi desa, sampai tumbuhnya UMKM pendukung di sekitar kawasan industri. Dengan ekosistem yang sehat, investasi Sumedang bisa tumbuh berkelanjutan.

Perwakilan perusahaan juga menyambut baik kunjungan DPRD. Dialog langsung kayak gini bikin aspirasi pelaku usaha bisa tersampaikan tanpa perantara. Masukan soal perizinan, infrastruktur pendukung, dan kepastian regulasi jadi bahan evaluasi bareng.

Di sisi lain, DPRD bisa melihat kondisi riil di lapangan, bukan cuma laporan di atas kertas.

Ke depan, DPRD Sumedang mendorong sinergi yang lebih rapat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Lingkungan investasi yang kondusif butuh dukungan banyak pihak, dari regulasi yang jelas, layanan perizinan yang cepat, sampai keamanan wilayah yang terjaga.

Dengan pendekatan kolaboratif, targetnya sederhana tapi penting: bikin investor betah, usaha berkembang, dan warga lokal kebagian manfaatnya.

Di akhir, DPRD menegaskan komitmennya buat terus ngawal iklim investasi Sumedang supaya makin kompetitif. Lewat pengawasan rutin, dialog terbuka dengan perusahaan, dan dorongan perbaikan regulasi, diharapkan Sumedang bisa jadi tujuan investasi yang aman, nyaman, dan punya dampak nyata buat ekonomi daerah.

See also  ISBI Bandung dan Pemda Sumedang Perkuat Sinergi untuk Pemajuan Budaya