News

Salat Ghaib Brimob Jabar, Doa & Refleksi Kasus Arianto Tawakal

0
×

Salat Ghaib Brimob Jabar, Doa & Refleksi Kasus Arianto Tawakal

Share this article

hallosumedang – Jajaran Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat menggelar salat ghaib Brimob Jabar pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini jadi bentuk doa dan empati atas wafatnya Arianto Tawakal di Tual, Ambon.

Peristiwa ini mencuri perhatian publik karena korban meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan oleh oknum Brimob di Ambon. Situasi tersebut memantik duka sekaligus refleksi internal di tubuh kepolisian.

Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Kompol Fajar Cahyono, menyampaikan bahwa salat ghaib ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, momen ini jadi ruang untuk mengingatkan diri sendiri soal tanggung jawab besar aparat di lapangan, termasuk menjaga sikap profesional dan kemanusiaan saat bertugas.

“Untuk kegiatan hari ini, kami melaksanakan salat ghaib untuk Ananda almarhum Arianto Tawakal yang meninggal dunia di Tual, Ambon. Ini menjadi pelajaran bagi kami semua. Momen ini sangat berarti agar kami tetap bisa melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat,” ujar Kompol Fajar.

Ia menambahkan, setiap personel punya keterbatasan dan potensi untuk khilaf. Namun, keterbatasan itu tidak boleh dijadikan pembenaran atas tindakan yang melanggar nilai kemanusiaan maupun aturan institusi.

Karena itu, refleksi spiritual seperti salat ghaib dan doa bersama dianggap penting untuk menjaga mental dan moral anggota.

“Doakan kami dengan segala ketidaksempurnaan yang ada. Semoga kami, khususnya dari Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jabar, bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat,” lanjutnya.

Setelah salat ghaib, para personel mengikuti doa bersama. Doa dipanjatkan agar seluruh anggota diberi kemudahan dalam bertugas, keselamatan saat menjalankan amanah negara, serta kelancaran dalam melayani masyarakat di mana pun berada.

Kegiatan ini juga jadi momen menenangkan diri di tengah tekanan kerja yang tinggi.Dalam kesempatan yang sama, Kompol Fajar menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum Arianto Tawakal.

See also  Wabup Fajar Aldila: SR Sumedang Jadi Model Pendidikan Inklusif

Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi kehilangan besar ini.

Menurutnya, dukungan moral kepada keluarga korban penting sebagai bentuk empati kemanusiaan.

“Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga almarhum diberikan kesabaran yang luas dan keteguhan iman oleh Allah SWT,” ucapnya.